Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Perbanyakan Jeruk Besar dengan Sistem Sambung

Kompas.com - 05/10/2022, 19:30 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Kemudian, siapkan pita plastik selebar 1 cm. Anda bisa menggunakan plastik es mambo kemudian tarik perlahan sampai panjang plastik dua sampai tiga kali panjang semula.

Pada bagian ujung batang bawah kemudian dipotong setinggi 20-25 cm di atas permukaan tanah. Pemotongan bisa menggunakan pisau okulasi atau ginting stek yang tajam.

Batang bawah kemudian dibelah membujur dengan panjang sekitar 2-2,5 cm. entrek yang sudah disiapkan dipotong dengan ukuran 7,5-10 cm.

Baca juga: Cara Menanam Jeruk Baby agar Panennya Melimpah

Pada kedua sisi pangkal entres disayat sepanjang 2-2,5 cm sehingga membentuk irisan seperti kapak. Berikutnya, entres dimasukan ke dalam belahan batang bawah hingga kambium entres bisa menempel pada kambium batang bawah, lalu ikat kedua batang tanaman tersebut.

Ilustrasi jeruk bali. PIXABAY/DEAN MORIARTY Ilustrasi jeruk bali.

Sambungan disunggul dengan kantong plastik untuk mengurangi penguapan dan menjaga kelembapan udara. Setelah itu, tempatkan sambungan di bawah naungan.

Jika penyambungan berhasil, maka akan muncul tunas berwarna hijau pada minggu ke-3 atau 4. Sedangkan, jika tunasnya berwarna hitam dan kering, berarti sambungan gagal.

Pada saat ditemukan tanda-tanda keberhasilan, sungkup plastik bisa mulai dibuka namun pengikat plastik baru akan dibuka sebulan kemudian. Bibit jeruk besar hasil sambungan dipelihara setidaknya selama 6 bulan sampai siap ditanam di lahan.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau