Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Melon Hidroponik, Bisa Menghasilkan Buah Berkualitas

Kompas.com, 21 November 2022, 15:49 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Melon merupakan buah yang memiliki daging tebal, berair, tekstur lunak, rasa manis, dan aromanya harum. Tanaman buah ini ternyata bisa dibudidayakan dengan metode penanaman hidroponik.

Cara menanam melon hidroponik sebenarnya tidak sulit. Hanya saja, ketersediaan nutrisi harus diperhatikan agar menghasilkan buah yang maksimal.

Dilansir dari buku Dasar-dasar Bertanam secara Hidroponik, Senin (21/11/2022), berikut penjelasan seputar cara menanam buah melon hidroponik.

Baca juga: Syarat Tumbuh Tanaman Melon yang Perlu Dipahami

Menyemai benih melon

Benih melon yang akan ditanam harus direndam terlebih dahulu dalam air hangat. Bibit yang digunakan yaitu benih yang tenggelam.

Tanaman melonFreepik/jcomp Tanaman melon

Jika benih mulai pecah atau berkecambah, maka letakkan benih di bawah sinar matahari langsung dan jemur selama 3 hingga 4 jam. Benih kemudian disebar pada media semai dan rawat secara rutin sampai bibit tumbuh daun.

Penanaman

Bibit yang sudah memiliki 4 sampai 5 helai daun, tanam bibit dalam media tanam hidroponik. Sebaiknya gunakan sistem hidroponik NFT.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menumbuhkan Bibit Melon agar Pertumbuhannya Bagus

Akan tetapi, saat tanaman memasuki fase vegetatif, pindahkan tanaman ke media hidroponik sistem Dutch Bucket dengan menggunakan wadah yang besar berisi substrat media kering seperti batu apung, hydroton, dan lain sebagainya. Setelah itu, pasang tiang atau lanjaran sebagai tempat tanaman melon merambat.

Pruning

Pruning atau pemotongan beberapa tunas tanaman merupakan salah satu perawatan tanaman yang dapat menunjang pertumbuhan tanamn melon. Tunas yang disisakan yaitu tunas ke 7 dan 9 yang biasanya muncul di antara daun ke-11 dan 14.

Setelah tanaman berbuah, lakukan toping dan sisakan 30 helai daun. Apabila buah melon sudah sebesar telur ayam, daun yang ada pada tunas sebaiknya dipangkas dan sisakan 2 helai saja.

Ilustrasi buah melon yang siap panenFreepik/jcomp Ilustrasi buah melon yang siap panen

Pemberian nutrisi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa hal penting dalam menanam melon hidroponik yaitu ketersediaan nutrisinya. Pemberian nutrisi pada melon hidroponik dilakukan secara bertahap. Berikut rinciannya:

Baca juga: Cara Menanam Melon Golden agar Buahnya Berkualitas Tinggi

  • Saat tanaman melon memiliki 4 helai daun nutrisi yang diberikan kurang lebih 400 ppm.
  • Ketika tanaman melon berumur 2 minggu, berikan nutrisi sebanyak 800 ppm.
  • Setelah lebih dari 2 minggu, dosis pemupukan ditingkatkan menjadi 1000 ppm sampai menjelang berbunga.
  • Ketika tanaman mulai berbunga, tambahkan nutrisi sebanyak kurang lebih 1200 ppm.
  • Saat tanaman mulai berbuah, berikan nutrisi sebanyak 1500 ppm.
  • Setelah tanaman melon berjaring, nutrisi ditingkatkan menjadi 1800 ppm hingga buah siap dipanen.

Pemanenan

Tanaman melon hidroponik umumnya bisa dipanen setelah buah mulai berjaring atau saat berumur 50 hari sampai 2 bulan. Pemanenan dilakukan dengan memetik buah yang siap panen atau memotong tangkai buahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau