Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat dan Cara Menggunakan Micin untuk Tingkatkan Produksi Padi

Kompas.com - 08/12/2022, 11:13 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Peningkatan produksi padi sawah sangat bergantung pada perkembangan padi sawah di masa vegetatif tanaman. Pada masa vegetatif tanaman padi sawah, jumlah anakan dan hijau daun sangat memengaruhi faktor produksi setiap tahunnya.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Kamis (8/12/2022), bertambahnya jumlah anakan sangat berpengaruh pada zat hijau daun (klorofil) untuk membantu meningkatkan proses fotosintesis tanaman.

Kadar zat hijau daun (klorofil) dapat meningkat apabila asupan unsur hara makro N (nitrogen) dan K (kalium) tercukupi. Fakta yang menarik adalah micin atau MSG (Monosodium Glutamat) mengandung senyawa C, N, O, H, K, dan Na.

Baca juga: Jangan Bakar Jerami Padi di Sawah, Ini Alasannya

Ilustrasi tanaman padi. FREEPIK/4045 Ilustrasi tanaman padi.

Senyawa ini merupakan senyawa yang yang dibutuhkan tanaman. Kandungan N dan K dapat memacu pertubuhan batang dan daun, selain itu juga dapat memacu pembentukan protein dan lemak yang dibutuhkan tanaman pada masa vegetatif.

Senyawa ini juga membantu meningkatkan klorofil pada daun tanaman padi.

Tanaman yang rutin disiram micin setiap minggunya pada masa vegetatif memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanaman yang disiram menggunakan pupuk kimia.

Unsur Natrium (Na) pada micin mampu mencegah terjadinya resistensi air dan mencegah tanaman kekurangan air terutama saat musim kemarau. Hal ini disebabkan micin mampu mengoptimalkan kerja tanaman dalam penyerapan air.

Baca juga: Mengenal Budidaya Padi Salibu untuk Mempercepat Swasembada Pangan

Cara menggunakan micin untuk tanaman padi

Aplikasi larutan micin sebagai nutrisi pada tanaman padi dapat memengaruhi proses awal munculnya bunga pada tanaman padi. Unsur Na pada tanaman padi juga dapat memacu pembungaan pada masa vegetatif.

Pemberian micin pada tanaman yang sedang berbuah tidak dianjurkan, karena dapat menghambat pertumbuhan buah.

Ilustrasi MSG atau micin. Selain sebagai penyedap makanan, micin dapat digunakan pula sebagai pupuk tanaman.SHUTTERSTOCK/DOUCEFLEUR Ilustrasi MSG atau micin. Selain sebagai penyedap makanan, micin dapat digunakan pula sebagai pupuk tanaman.

Pemberian micin untuk tanaman harus tepat dosis dan sasaran. Dosis micin yang baik digunakan pada tanamam adalah 5 gram per liter air saat tanaman berumur dua minggu setalah pindah tanam.

Pemberiannya dapat dikocor ataupun disemprot pada daun tanaman. Pemberian pupuk cair dari micin ini harus dilakukan seminggu sekali sampai fase awal berbunga.

Baca juga: Manfaat Pupuk NPK Mutiara untuk Tanaman Padi, Apa Saja?

Micin untuk mencegah hama dan penyakit tanaman padi

Pemberian micin untuk tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan akar, sehingga akar tanaman dapat menyerap unsur hara dan air yang terdapat jauh ke dalam tanah. Hal ini juga dapat menghindari terjadinya penyakit kerdil tanaman padi.

Pemberian micin untuk tanaman padi juga dapat berfungsi sebagai pestisida sistemik bagi hama tikus.

Menurut penelitian, sel-sel darah putih pada tikus yang diberi makanan berupa tanaman padi yang telah disemprotkan micin akan berubah menjadi sel kanker yang ganas, bahkan sampai menyebabkan cacat atau kematian.

Dampak pemberian micin yang berlebihan pada tanaman

Penggunaan micin yang berlebihan juga dapat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Menggunakan micin secara berlebihan dapat menyebabkan salinitas pada tanah, karena bahan dasar micin adalah garam.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau