Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pupuk NPK Organik Cair untuk Tanaman Padi

Kompas.com, 14 Desember 2022, 15:20 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pupuk NPK adalah salah satu jenis nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk dapat tumbuh. NPK merupakan kependekan dari nitrogen, fosfor, dan kalium, tiga unsur nutrisi penting bagi tanaman.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Rabu (14/12/2022), pupuk NPK bisa berupa pupuk padat dan cair, yang berfungsi memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman.

Pupuk NPK buatan pabrik yang semakin langka dan mahal, serta dalam penggunaan jangka panjang akan meninggalkan residu yang akan merusak struktur tanah merupakan masalah yang dirasakan oleh petani saat ini. Oleh sebab itu, penggunaan pupuk alternatif yang ramah lingkungan adalah pilihan bagi petani dalam mengatasi masalah tersebut.

Baca juga: Penting, Ini Manfaat Pupuk NPK untuk Tanaman

Ilustrasi pupuk NPK. SHUTTERSTOCK/CRINIGER KOLIO Ilustrasi pupuk NPK.

Penggunaan pupuk NPK organik cair merupakan upaya yang diambil dalam memperbaiki kesuburan dan struktur tanah secara aman serta ramah lingkungan.

Dengan demikian, hasil produksi yang dihasilkan terbebas dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan aman untuk dikonsumsi.

Berikut cara membuat pupuk NPK organik cair.

Bahan dan yang dibutuhkan

  • Bahan organik seperti daun lamtoro, daun gamal, daun kipahit, buah-buahan busuk, limbah sayuran, dan lainnya. Rajang dan padatkan dalam setengah karung beras ukuran 25 kg. Bahan-bahan tersebut mengandung bakteri pengikat unsur nitrogen, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia yang mengandung unsur nitrogen.
  • Bonggol pisang. Bahan ini mengandung bakteri pengurai unsur fosfat, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia yang mengandung fosfat, seperti pupuk SP36.
  • Semua bagian buah kelapa yang muda atau tua, (air kelapa dan sabut kelapa). Bahan-bahan ini mengandung bakteri pengurai unsur kalium, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia yang mengandung unsur kalium.

Baca juga: Cara Menggunakan Pupuk NPK yang Tepat agar Tanaman Tumbuh Subur

  • 500 ml cairan gula atau molases
  • 10 liter air cucian beras atau air tajin dari cucian pertama
  • 10 liter air kelapa tua
  • 7 liter air bersih
  • Ember plastik atau gentong yang bertutup, bila tidak ada penutup bisa menggunakan plastik sebagai penutup ember. Ember tidak boleh terbuat dari seng atau logam yang mudah berkarat.
  • Karung beras yang terbuat dari serat sintetis. Karung ini harus berpori dan tidak bisa diganti dengan kantong plastik.
  • 1 buah gayung
  • Tali rafia
  • Pemberat

Ilustrasi pupuk cair.SHUTTERSTOCK / The little paint Ilustrasi pupuk cair.

Cara membuat

Masukkan semua bahan organik ke dalam karung beras dan tekan sampai padat. Ikat karung tersebut dengan tali rafia.

Buat larutan media dan masukkan karung beras yang berisi sampah organik ke dalam larutan media sampai bahan organik terendam seluruhnya. Agar tidak mengapung, letakkan beban di atas karung beras.

Baca juga: Manfaat Pupuk NPK Mutiara untuk Tanaman Padi dan Cara Menggunakannya

Tutup ember dengan rapat sehingga udara tidak dapat masuk ke dalam ember. Penutup bisa menggunakan penutup ember atau plastik yang tidak berpori.

Setelah tertutup rapat, simpan ember di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.

Setelah tiga hari, buka penutupnya, jika tercium seperti bau manis tape maka fermentasi berhasil jika berbau busuk maka tambahkan gula sebanyak 1 kg.

Simpan selama 10 sampai 15 hari. Setelah proses fermentasi selesai, buka penutup ember
Angkat karung berisi sampah organik dan pisahkan.

Ilustrasi tanaman padi.UNSPLASH/ANDHIKA Y. WIGUNA Ilustrasi tanaman padi.

Volume bahan organik akan menyusut dari volume awal. Sisa ini bisa dijadikan bahan kompos

Fermentasi yang berhasil ditandai dengan adanya bercak-bercak putih pada permukaan cairan. Cairan yang dihasilkan dari proses ini akan berwarna kuning kecoklatan dengan aroma khas tape yang menyengat.

Baca juga: Tips Aplikasi Pupuk NPK Pelangi yang Benar

Cara menggunakan pupuk NPK organik cair untuk tanaman padi

Semprotkan pupuk NPK pada saat umur padi nol sampai 50 hari untuk meningkatkan pertumbuhan anakan dengan interval setiap seminggu sekali. Adapun dosisnya adalah sebanyak satu gelas (250 ml) untuk satu tangki semprot.

Semprotkan lagi pada saat padi berumur 63 hari sampai biji padi menguning yang berfungsi untuk merangsang bunga dan pembentukan biji dengan interval semprot satu minggu sekali. Adapun dosisnya sebanyak gelas (250 ml) untuk 1 tangki semprot.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
Varietas Tanaman
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau