Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Budidaya Jagung Ketan yang Benar Agar Hasil Panennya Melimpah

Kompas.com, 31 Desember 2022, 12:18 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jagung ketan adalah salah satu dari varietas jagung yang memiliki karakteristik unik. Biji jagung ketan yang diolah menjadi tepung akan menghasilkan tepung yang lengket seperti ketan. Jagung ketan juga memiliki biji berwarna beragam seperti hitam, merah dan putih, serta memiliki tekstur yang cukup kasar.

Tak hanya, kandungan gizi yang terkandung didalamnya juga cukup lengkap, meliputi; protein, karbohidrat, dan lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Keunggulan itulah yang membuat jagung ini memiliki nilai jual tinggi.

Pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas seputar budidaya jagung ketan agar panennya melimpah dan menguntungkan. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (31/12/2022), simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: Ciri-ciri Jagung Ketan yang Berbeda dengan Jenis Jagung Lainnya

Pengolahan lahan

Ilustrasi jagung pulut atau jagung ketan hitam.SHUTTERSTOCK/HARISMOYO Ilustrasi jagung pulut atau jagung ketan hitam.

Sebelum melakukan penanaman, lahan yang akan ditanami harus diolah terlebih dahulu. Cara pengolahan lahan untuk jagung ketan, sebagai berikut:

  • Ranting kayu dan rumput liar yang tumbuh di lahan harus dibersihkan terlebih dahulu.
  • Gemburkan lahan menggunakan cangkul maupun traktor secara merata.
  • Buatlah bedengan pada lahan menggunakan satu baris tanaman dengan lebar 50 cm ataupun menggunakan dua baris tanaman dengan lebar 100 cm.
  • Buatlah lubang tanam menggunakan kayu atau tugal.

Baca juga: 7 Varietas Jagung Unggul di Indonesia, Apa Saja?

Pemilihan benih berkualitas

Benih yang ditanam akan sangat mempengaruhi tongkol jagung yang dihasilkan. Pastikan memilih benih unggul yang berkualitas. Pastikan untuk membeli benih yang jelas asal usulnya dan belum kadaluarsa.

Penanaman

Tahapan budidaya jagung ketan selanjutnya yaitu penanaman. Adapun cara menanam jagung ketan yang benar, seperti berikut:

  1. Masukan 1 sampai 2 benih jagung ketan pada lubang tanam.
  2. Tutup lubang tanam menggunakan tanah.
  3. Lakukan penyiraman secara rutin, supaya benih jagung ketan cepat tumbuh.

Ilustrasi jagung.UNSPLASH/SHELLEY PAULS Ilustrasi jagung.

Pemupukan

Pada masa pertumbuhan, tanaman jagung ketan memerlukan unsur hara sebagai makanannya. Oleh karena itu, perlu pemupukan yang tepat agar pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung maksimal.

Baca juga: Tips Pemupukan Tanaman Jagung yang Tepat dan Berimbang

Pupuk yang digunakan harus memiliki kandungan Nitrogen (N), Phospor (P) dan Kalium (K). Jenis pupuk yang dapat digunakan seperti pupuk Phonska dan pupuk mutiara 16-16-16.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman

Tanaman jagung merupakan salah satu tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem dan serangan organisme pengganggu tanaman. Namun, bukan berarti tanaman jagung ketan bebas dari serangan hama dan penyakit.

Pencegahan harus dilakukan dari awal seperti menggunakan varietas yang tahan penyakit dan sanitasi lingkungan. Apabila terjadi serangan yang cukup berat, lakukan pengendalian menggunakan pestisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Baca juga: 5 Cara Merawat Tanaman Jagung agar Produktivitasnya Maksimal

Pemanenan

Tongkol jagung ketan dapat dipanen pada umur 4 bulan setelah tanam. Tongkol yang siap dipanen memiliki ciri-ciri tanaman sudah mulai layu, berukuran besar, dan tanaman berwarna kuning.

Cara panen jagung ketan cukup dengan mematahkan pangkal tongkol jagung ketan dari batangnya. Kumpulkan dan masukan tongkol jagung ke dalam karung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau