Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Sumber Pupuk Hijau yang Bisa Menyediakan Unsur Hara

Kompas.com, 16 Januari 2023, 15:11 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan pupuk yang tepat akan membuat tanaman tumbuh dengan baik. Salah satu jenis pupuk yang bisa diaplikasikan ke tanaman yaitu pupuk hijau.

Perlu diketahui bahwa pupuk hijau adalah jenis pupuk organik yang terbuat dari tanaman atau sisa panen. Pemberian pupuk hijau bertujuan untuk meningkatkan unsur hara dalam tanah, sehingga sifat fisik, kimia, dan biologi tanah bisa menunjang pertumbuhan tanaman.

Dilansir dari Balai Penelitian Tanah Kementerian Pertanian, Senin (16/1/2023), sumber pupuk hijau diperoleh dari sisa panen maupun tanaman liar. Berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik dari Eceng Gondok

Sisa tanaman

Sumber pupuk hijau yang pertama yaitu sisa tanaman. Biasanya, petani akan membuang atau membakar sisa panen.

Ilustrasi jerami, sisa panen yang bisa menjadi pupuk hijauPIXABAY/MINKA2507 Ilustrasi jerami, sisa panen yang bisa menjadi pupuk hijau

Padahal jika diolah dengan baik, sisa panen bisa menjadi pupuk hijau yang menyuburkan tanaman. Cara mengolah sisa panen menjadi pupuk hijau cukup mudah, hanya perlu membenamkan sisa tanaman tersebut ke dalam tanah.

Tanaman pagar

Sesuai dengan namanya, tanaman pagar merupakan jenis tanaman yang ditanam sebagai pagar dan biasanya diletakkan berseling dengan tanaman utama. Tanaman pagar bisa menghasilkan bahan organik yang dapat digunakan oleh tanaman utama.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik dari Nasi Basi, Mudah dan Praktis

Tanaman penutup tanah

Tanaman penutup tanah adalah tanaman yang ditanam saat tanah belum ditanami tanaman utama atau ditanam bersama dengan tanaman utama. Penanaman tanaman penutup tanah bertujuan agar tanah terlindungi dari air hujan, menjaga kesuburan tanah, dan menyediakan bahan organik.

Oleh karena itu, tanaman penutup tanah bisa menjadi salah satu pupuk hijau yang bermanfaat untuk tanaman utama.

Tanaman babadotan yang dapat digunakan sebagai pupuk hijau
Shutterstock/Lastriana S Tanaman babadotan yang dapat digunakan sebagai pupuk hijau

Gulma

Gulma sebenarnya tanaman pengganggu yang dapat berkompetisi dengan tanaman utama. Akan tetapi, siapa sangka jika tanaman ini dapat diolah menjadi pupuk hijau. Beberapa jenis gulma yang bisa menjadi pupuk hijau, antara lain; kirinyuh, babadotan, dan kembang telekan.

Azolla

Azolla merupakan tanaman air yang diketahui mengandung unsur nitrogen tinggi. kandungan unsur hara inilah yang membuat azolla bisa diolah sebagai pupuk hijau.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk dari Tanaman Azolla

Sesbania rostrata

Sesbania rostrata adalah tanaman legum yang menjadi sumber nitrogen di sawah. Tanaman ini bisa tumbuh pada lahan tergenang dan akan membentuk bintil akar, sehingga bisa menambat N2 yang tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau