Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Budidaya Manggis yang Benar agar Berbuah Banyak

Kompas.com - 16/01/2023, 18:24 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Cara perbanyakan vegetatif dengan teknik sambung pucuk merupakan cara pembibitan yang banyak dilakukan. Bibit manggis hasil sambung pucuk memiliki keunggulan, seperti; akar tanaman lebih kuat, waktu panen yang lebih cepat, dan produktivitas buah yang tinggi.

3. Media tanam

Buatlah media tanam pada lahan yang sudah ditentukan dan sesuai dengan syarat tumbuh tanaman. Berikut ini cara mengolah lahan untuk menanam manggis.

  • Gemburkan lahan dengan ukuran 50 x 50 cm.
  • Buatlah lubang sedalam 30 sampai 50 cm.
  • Masukan pupuk kandang sebanyak 20 kg dan aduk secara merata.
  • Diamkan lahan selama 3 sampai 7 hari.

Baca juga: Cara Menanam Markisa yang Benar dari Persiapan Benih sampai Panen

4. Penanaman

Langkah budidaya manggis selanjutnya yaitu penanaman. Cara menanam bibit manggis sangat mudah, sobek plastik polybag pada bibit dan masukan bibit pada lubang tanam. Setelah itu, tutup lubang tanam dengan tanah sampai pangkal batang dan lakukan pemeliharaan secara rutin.

Buah manggisPixabay/machquoctuanbiotech Buah manggis

5. Pemeliharaan

Pertumbuhan tanaman manggis akan baik jika dipelihara dengan maksimal. Pemeliharaan tanaman manggis meliputi:

  • Pembersihan gulma disekitar tanaman.
  • Penyiraman secara rutin.
  • Pemupukan sesuai dosis yang dibutuhkan tanaman.
  • Pemangkasan batang.
  • Pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Baca juga: Cara Menanam Buah Manggis agar Panennya Melimpah

6. Pemanenan

Tanaman buah manggis baru mulai berbuah pada umur 3 hingga 5 tahun. Dari awal muncul bunga, sampai buah siap dipanen memerlukan waktu sekitar 100 sampai 110 hari. Pemanenan buah manggis dilakukan dengan cara memetik buah manggis dari tangkainya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau