Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Wortel di Pot, Solusi untuk Lahan Sempit

Kompas.com, 24 Januari 2023, 18:46 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Wortel merupakan sayuran yang mengandung nutrisi tinggi bagi tubuh. Wortel mengandung senyawa betakaroten yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, karena mengandung antioksidan yang tinggi.

Selain itu, wortel juga memiliki kandungan vitamin K, mineral, dan serat. Tak hanya kaya nutrisi, penanaman wortel juga cukup mudah.

Bahkan, sayuran dengan latin Daucus carota ini, dapat ditanam dalam pot. Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (24/1/2023), berikut cara menanam wortel di pot cukup mudah yang perlu dipahami.

Baca juga: Budidaya Wortel yang Benar agar Panennya Melimpah

Alat dan bahan yang diperlukan

Proses menanam wortel dalam pot, memerlukan beberapa alat dan bahan seperti berikut:

Ilustrasi menanam wortelShutterstock/OlegDoroshin Ilustrasi menanam wortel

  • Sarung tangan
  • Cangkul atau sekop
  • Selang untuk menyiram
  • Tanah
  • Pupuk kompos atau pupuk kandang
  • Benih wortel

Pemilihan benih wortel

Pertumbuhan tanaman dan hasil umbi wortel akan maksimal, jika menggunakan benih yang unggul dan berkualitas. Benih unggul ditandai dengan informasi yang lengkap pada label kemasannya.

Baca juga: 5 Langkah Menanam Wortel dari Benih

Informasi tersebut memuat beberapa hal seperti, jenis varietas, potensi hasil, jumlah isi benih, dan sertifikat keaslian. Oleh karena itu, informasi tersebut harus dicek sebelum membeli benih wortel.

Persiapan media tanam dan penanaman benih

Campurkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Aduk kedua bahan tersebut sampai tercampur merata. Setelah itu, masukan media tanam tersebut ke dalam pot sampai penuh.

Cara menanam wortel dalam pot sangat mudah. Taburkan benih wortel pada polybag secara merata, tutup dengan tanah 1-2 cm. Kemudian, lakukan perawatan secara rutin.

Pembersihan gulma

Rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman wortel dalam pot, harus dibersihkan. Cara membersihkannya cukup dengan mencabut gulma hingga ke akarnya.

Baca juga: Cara Menanam Wortel dari Umbi Dalam Pot

Pemupukan

Nutrisi yang terkandung didalam pot, harus ditambahkan untuk menghasilkan umbi yang besar. Penambahan nutrisi dapat dilakukan dengan pemberian pupuk yang lengkap dan secara teratur.

Ilustrasi panen wortel dalam potShutterstock/travelmania 360 Ilustrasi panen wortel dalam pot

Pupuk yang dapat digunakan seperti pupuk urea, ZA, Phonska, dan mutiara 16-16-16. Pemupukan dilakukan pada fase pertumbuhan dan fase pembentukan umbi wortel.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman

Serangan hama penyakit pada tanaman wortel, dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu. Bukan hanya itu, pada serangan yang parah, mengakibatkan kegagalan panen.

Baca juga: Kenali Hama dan Penyakit Wortel dan Cara Mengatasinya

Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Gunakanlah pestisida alami untuk pencegahan. Namun, jika serangan sudah meluas, gunakanlah pestisida kimia dengan cara penyemprotan sesuai dosis yang dianjurkan.

Panen

Wortel dapat dipanen setelah berumur 3 hingga 4 bulan setelah tanam. Cara panen wortel cukup dengan mencabut tanaman wortel dalam pot, potong daunnya, dan bersihkan dari tanah yang menempel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau