Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Manfaat Kelapa Wulung, Redakan Sakit Kepala hingga Penawar Racun

Kompas.com - 27/01/2023, 19:48 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi buah kelapa, pohon kelapa. PIXABAY/CEGOH Ilustrasi buah kelapa, pohon kelapa.

2. Mencegah dehidrasi

Konsumsi air kelapa tampuk merah dapat menyegarkan tubuh. Selain itu, kandungan elekterolit yang dimilikinya dapat membantu menjaga keseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh, sehingga kita terhindar dari dehidrasi.

Air kelapa tampuk merah merupakan pilihan yang tepat untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

3. Mengatasi sakit kepala

Sakit kepala bisa disebabkan oleh banyak faktor salah satunya kekurangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.

Baca juga: Manfaat Jerami Padi dan Sabut Kelapa untuk Pertumbuhan Jamur Tiram

Untuk mengatasinya, dianjurkan untuk mengonsumsi air kelapa tampuk merah. Sebab, selain memberi asupan cairan yang mengandung elektrolit, air kelapa wulung juga mengandung magnesium untuk mencukupkan kebutuhan mineral tubuh.

Ini terutama pada kasus di mana penderita sakit kepala atau migrain memiliki kadar magnesium yang rendah.

Pasalnya, manfaat magnesium sangat diperlukan untuk menunjang berbagai fungsi tubuh.

4. Penawar racun

Dibandingkan jenis kelapa lain, kelapa tampuk merah memiliki kandungan senyawa tannin yang lebih tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai penawar racun.

Baca juga: 5 Hama yang Menyerang Bunga dan Buah Kelapa, Apa Saja?

Beberapa bahan alami lain yang juga dapat digunakan sebagai penawar racun antara lain akar pisang, daun gamal, dan teh hijau.

5. Melancarkan buang air kecil

Manfaat kelapa tampuk merah lainnya yang tidak kalah penting adalah dapat melancarkan buang air kecil, sehingga berbagai zat sisa dan racun dapat dikeluarkan dengan lancar dari dalam tubuh. Hal ini didukung oleh sifat diuretik yang terdapat pada kelapa tampuk merah.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau