Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Cara Menanam Bawang Merah Saat Musim Hujan

Kompas.com - 02/03/2023, 22:28 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanam bawang merah dapat dilakukan saat musim hujan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses penanaman sukses hingga panen.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Kamis (2/3/2023), menanam bawang merah saat musim hujan dapat dilakukan di lahan sawah atau lahan kering. Namun, sebaiknya jika memungkinkan ditanam di lahan kering, di mana lokasinya terbuka dan tidak terlindung oleh pohon besar.

Berikut cara menanam bawang merah saat musim hujan agar berhasil hingga panen.

Baca juga: Manfaat Pemberian Kapur Dolomit Setelah Hujan

 

Ilustrasi tanaman bawang merah, menanam bawang merah.SHUTTERSTOCK/ITMAN_47 Ilustrasi tanaman bawang merah, menanam bawang merah.

1. Pemilihan dan pengolahan lahan

Jenis tanah yang cocok untuk bertanam bawang merah pada musim hujan adalah tanah jenis alluvial, latosol coklat, andisol, dan jenis tanah lain yang mudah mengering.

Jangan pilih lahan yang memiliki jenis tanah sangat liat seperti tanah grumosol dan podsolik merah kuning.

Jika keasaman atau pH tanah kurang dari 5,5, maka lakukan pengapuran dengan kapur dolomit sebanyak 1,5 ton per hektar.

Pengolahan lahan bisa dilakukan dengan manual dan bisa pula menggunakan traktor. Pada lahan yang dipilih, buat bedengan dengan lebar 1 sampai 1,2 meter dan panjang disesuaikan dengan keadaan lahan.

Baca juga: Simak, 5 Tips Merawat Tanaman Jagung Saat Musim Hujan

Jika memungkinkan, jarak antar bedengan mencapai 20 sampai 30 cm dengan kedalaman parit 20 sampai 30 cm.

Tanah bekas galian bedengan diletakkan di atas bedengan dengan ketinggian antara 20 sampai 30 cm.

Ilustrasi bawang merahSHUTTERSTOCK/CHAIWAT P Ilustrasi bawang merah

2. Penanaman

Benih bawang merah yang akan ditanam adalah umbi yang sudah disimpan sekitar 2,5 sampai empat bulan. Kondisi umbi harus dalam keadaan segar, kekar, tidak cacat dan bebas dari hama penyakit yang menempel pada umbi bawang, serta bentuk ukurannya sudah beragam.

Jika umbi bawang belum siap untuk ditanam sebaiknya lakukan pemotongan ujung umbi. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhannya.

Baca juga: Air Keran Vs Air Hujan, Mana yang Lebih Baik untuk Menyiram Tanaman?

Jarak tanam antar umbi bisa 15 x 20 cm atau 15 x 15 cm, dengan cara umbi dibenamkan hingga rata dengan permukaan tanah. Apabila umbi benih seragam, tanaman bawang sudah tumbuh merata pada umur 7 sampai 10 hari.

Ilustrasi pupuk TSP atau triple super phosphate.SHUTTERSTOCK/RIPON BARUA Ilustrasi pupuk TSP atau triple super phosphate.

3. Pemupukan dasar tanaman bawang merah saat musim hujan

Sebaiknya pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos sebanyak 2,5 sampai 5 ton per hektar, kotoran sapi sebanyak 15 hingga 20 ton per hektar, dan kotoran ayam sebanyak 5 sampai 6 ton per hektar.

Bisa juga digunakan pupuk buatan seperti pupuk TSP atau SP-36 sebanyak 120 sampai 200 kg per hektar.

Pupuk kandang, kompos dan pupuk buatan (TSP) disebar serta diaduk rata dengan tanah sampai tiga hari sebelum tanam.

Baca juga: 7 Cara Merawat Tanaman Tomat di Musim Hujan

Ilustrasi pupuk urea untuk tanaman.SHUTTERSTOCK/SINGKHAM Ilustrasi pupuk urea untuk tanaman.

4. Pupuk susulan untuk tanaman bawang merah saat musim hujan

Pupuk susulan bisa menggunakan pupuk urea dengan takaran 150 sampai 200 kg per hektar. Kemudian, pupuk ZA dengan takaran 300 sampai 500 kg per hektar, dan pupuk KCl dengan takaran 150 sampai 200 kg per hektar.

Pemupukan susulan ini dilakukan pada saat bawang merah berumur 10 sampai 15 hari setelah tanam.

Adapun pemupukan susulan kedua pada umur satu bulan setelah tanam, masing-masing diberi setengah dosis 100 kg pupuk NPK mutiara 15-15-15 pada umur tanaman bawang tiga minggu.

5. Pengairan atau penyiraman

Pengairan dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari sampai tanaman bawang merah tumbuh, biasanya selama satu minggu. Selanjutnya disiram setiap pagi menggunakan gembor untuk membasahi daun tanaman bawang merah.

Baca juga: 8 Cara Merawat Tanaman Melon di Musim Hujan

Agar umbi bawang merah cepat tua, setelah tanaman berumur lebih dari 55 hari boleh dilakukan penyiraman pada siang hari.

6. Penyiangan dan perbaikan bedengan serta parit

Proses penyiangan dilakukan dengan cara manual, dilakukan satu atau dua kali, umumnya dilakukan sebelum aplikasi pemupukan.

Setelah dilakukan penyiangan perbaiki bedengan dengan cara pemopokan bedengan pada saat tanaman berumur 30 sampai 40 hari.

7. Cara panen bawang merah saat musim hujan

Berikut ciri-ciri bawang merah siap panen.

Ilustrasi bawang merah.PIXABAY/SUANPA Ilustrasi bawang merah.

  • Jika dipegang pangkal daun sudah mulai lemas
  • Daun 70 sampai 80 persennya berwarna kuning pucat
  • Umbi sudah terbentuk dengan penuh dan kompak
  • Sebagian umbi sudah terlihat di permukaan tanah
  • Umbi berwarna merah tua atau merah keunguan serta beraroma khas
  • Sebagian besar daun tanaman sudah rebah. 

Baca juga: Tips Mencegah Tanaman Padi Rebah saat Musim Hujan

8. Pengeringan hasil panen bawang merah yang ditanam saat musim hujan

Pengeringan dilakukan dengan menjemur umbi bawang merah di bawah sinar matahari langsung selama 7 sampai 14 hari. Kemudian, lakukan pembalikan setiap dua hingga tiga hari sampai susut bobot umbi mencapai 25 sampai 40 persen dengan kadar air 80 sampai 84 persen.

Bawang merah untuk konsumsi dikemas menggunakan karung-karung jala yang berkapasitas 50 sampai 100 kg.

Untuk bibit yang akan disimpan dilakukan dalam bentuk ikatan lalu digantungkan pada rak-rak bambu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau