Pengendalian secara hayati dilakukan dengan menggunakan agen hayati seperti Trichoderma sp dan Eriborus argentipilosa. Trichoderma sp berperan sebagai parasit telur, sedangkan Eriborus argentipilosa berperan sebagai parasit larva.
Pengendalian secara kultur teknis dilakukan dengan cara melakukan pengelolaan media tanam, membersihkan gulma, dan memberikan pupuk yang tidak berlebihan.
Hal tersebut akan merusak pupa yang terbentuk dalam tanah dan mengurangi populasi dari hama penggerek tongkol jagung.
Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penggunaan insektisida berbahan aktif, seperti Dimehipo, Monokrotofus, Karbofuran dan Furadan 3G.
Baca juga: Budidaya Jagung IP400 untuk Meningkatkan Hasil Panen
Penggunaan insektidida berbahan aktif digunakan dengan cara disemprot dan dosis yang digunakan sesuai yang dianjurkan.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!