Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Sambung Pucuk Jambu Biji agar Hasilkan Bibit Berkualitas

Kompas.com - 21/03/2023, 15:11 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

 

Pemilihan batang atas (entres)

Entres atau batang atas akan menentukan produksi buah jambu biji. Oleh karena itu, pilihlah batang atas dari jenis tanaman jambu biji yang menghasilkan buah melimpah, tahan terhadap hama penyakit, dan rasa yang manis.

Pucuk jambu yang akan digunakan sebagai entres dipotong sepanjang 5 hingga 10 cm. Waktu penyambung harus dilakukan 1 sampai 2 hari setelah pemotongan, supaya pucuk masih segar.

Ilustrasi jambu biji, pohon jambu biji.UNSPLASH/ANISA WULAN SARI Ilustrasi jambu biji, pohon jambu biji.

Cara menyambung

Cara sambung pucuk jambu biji, seperti berikut:

Baca juga: Cara Menanam Jambu Mete dari Biji agar Cepat Tumbuh

  1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
  2. Lakukan pemotongan batang bawah setinggi kurang lebih 20 sampai 30 cm dari permukaan tanah.
  3. Belah batang bawah berbentuk celah seperti huruf V.
  4. Entres jambu yang sudah disiapkan dipotong daunnya dan ditajamkan bagian bawahnya, sehingga dapat disisipkan pada celah batang bawah.
  5. Batang atas dimasukkan pada celah batang bawah secara perlahan.
  6. Ikat sambungan tersebut menggunakan plastik es sampai rapat.
  7. Tutuplah hasil sambungan sampai ke pucuk dengan menggunakan plastik es dan ikat menggunakan tali rafia.
  8. Letakkan tanaman pada tempat yang teduh atau diberi naungan supaya terhindar dari panas matahari langsung.

Baca juga: Simak, Cara Merawat Bunga Jambu agar Tidak Rontok

Pemeliharaan

Pemeliharaan perlu dilakukan untuk menjaga keberhasilan sambung pucuk. Pengecekan sambungan harus dilakukan secara rutin.

Pastikan tali plastik sambungan tetap rapat, sehingga air hujan tidak masuk. Air hujan yang masuk akan menyebabkan sambung busuk dan gagal. Setelah 2 sampai 3 bulan, bibit jambu biji yang disambung sudah dapat ditanam dilahan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau