Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Tips Merawat Tanaman Lidah Buaya agar Daunnya Tebal

Kompas.com, 23 Maret 2023, 11:38 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Lidah buaya sudah sejak lama dijadikan koleksi tanaman hias oleh banyak pemilik rumah. Lidah buaya tumbuh cukup mudah dan gelnya memiliki banyak manfaat.

Jika Anda sudah menanam lidah buaya dan ingin mendapatkan daun yang tebal, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat merawat tanaman lidah buaya.

Dikutip dari Balcony Garden Web, Kamis (23/3/2023), berikut beberapa tips merawat tanaman lidah buaya agar daunnya tebal.

Baca juga: Cara Menanam Lidah Buaya agar Panennya Melimpah

Ilustrasi lidah buaya.Shutterstock/DeawSS Ilustrasi lidah buaya.

1. Biarkan tanaman tetap haus

Orang-orang memiliki kesalahpahaman bahwa semakin banyak air yang diberikan, semakin banyak tanaman yang akan mengambil dan menyimpannya di daun, membuatnya terlihat montok.

Bertentangan dengan kepercayaan populer ini, yang benar adalah sebaliknya, dan penyiraman yang berlebihan dapat membusuk tanaman Anda dan akhirnya membunuhnya.

Dengan lidah buaya, masalahnya adalah semakin sedikit Anda menyiram, semakin banyak tanaman ini mengarahkan daunnya untuk menyimpan air, dan mereka akan menjadi berdaging dan penuh. Jika Anda menyiram secara teratur, daunnya akan kurus dan kecil.

Yang terbaik adalah menyiram secara menyeluruh setiap kali Anda menemukan media tanam yang kering.

Baca juga: Mudah, Cara Menanam Lidah Buaya di Polybag

2. Berikan lebih banyak sinar matahari

Karena merupakan tanaman sukulen, lidah buaya tumbuh paling baik di bawah sinar matahari yang cukup. Jika Anda menyimpan tanaman di tempat teduh atau lokasi di mana ia mendapat cahaya tidak langsung selama satu jam atau lebih, maka ia akan memiliki daun yang kurus.

Pastikan tanaman mendapat sinar matahari langsung minimal tiga sampai empat jam setiap hari.

Ilustrasi tanaman lidah buaya, menanam lidah buaya di polybag. SHUTTERSTOCK/HENDRA LISMAN Ilustrasi tanaman lidah buaya, menanam lidah buaya di polybag.

3. Hindari menanam lidah buaya di pot kecil

Menanam lidah buaya di pot kecil akan membuat daunnya kecil dan kurus. Ini juga akan mendorong tanaman untuk menumbuhkan lebih banyak anak daripada mengalihkan energinya ke daun montok yang tumbuh.

Pastikan menggunakan pot yang satu ukuran lebih besar dari tanaman.

Baca juga: Cara Menanam Lidah Buaya di Rumah dengan Mudah

4. Gunakan media tanam yang tepat

Daun lidah buaya yang tidak tebal, kurus, dan rapuh mungkin merupakan indikasi bahwa tanaman tidak mendapatkan cukup air. Menggunakan tanah yang padat adalah alasan utama yang mencegah akar menyerap kelembapan.

Ilustrasi tanaman lidah buaya. PEXELS/CINTIA SIQEUIRA Ilustrasi tanaman lidah buaya.

Inilah sebabnya mengapa menggunakan media tanam yang menyerap air dengan baik saat menanam lidah buaya dan tanaman sukulen lainnya untuk kondisi yang sehat.

5. Pantau hama dan penyakit

Lidah buaya terkadang dapat terserang Aloe Mite, yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman, sehingga daun menjadi kurus dan pucat. Anda bisa memberantas hama menggunakan sabun insektisida.

Awasi juga busuk akar, batang, dan daunnya. Cara terbaik untuk menghindari semua masalah ini adalah dengan tidak menyirami tanaman secara berlebihan.

Baca juga: Cara Merawat Jahe agar Panennya Melimpah

Ilustrasi tanaman lidah buaya. PEXELS/BT3GL Ilustrasi tanaman lidah buaya.

6. Repotting saat anakan mulai tumbuh

Hindari repotting tanaman pada waktu acak sepanjang tahun. Waktu terbaik untuk repotting adalah saat Anda melihat anakan mulai tumbuh.

Pada saat itu, Anda dapat memindahkan anakan ke lokasi baru. Ini akan membuat tanaman induk menjadi penuh dan tebal lagi.

7. Suhu yang tepat

Tanaman lidah buaya tumbuh dengan baik dalam suhu antara 13 sampai 22 derajat celcius. Hindari memaparkan tanaman ke suhu dingin.

8. Hindari memberi pupuk secara berlebihan

Lakukan pemupukan dengan cermat. Tanaman sukulen dan kaktus tumbuh paling baik di tanah yang buruk, begitu pula tanaman lidah buaya.

Baca juga: 6 Cara Merawat Buah Naga Putih yang Penting untuk Dilakukan

Pupuk saja dua sampai empat kali dalam setahun, dan tanaman akan tumbuh dengan baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau