Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Memilih Nangka Muda untuk Sayur Ketupat

Kompas.com, 16 April 2023, 09:41 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Nangka atau yang memiliki nama "jackfruit" dalam bahasa inggris, merupakan tanaman yang populer di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Buah nangka memiliki ukuran yang cukup besar dan memiliki kulit berduri seperti durian.

Buah nangka yang sudah matang, memiliki daging buah berwarna kuning, rasanya yang manis dengan aroma yang khas, membuat banyak orang menyukai buah nangka.

Tak hanya buah nangka yang sudah matang saja yang dapat dikonsumsi. Nangka muda atau yang sering disebut gori juga dapat dikonsumsi.

Baca juga: Cara Menanam Nangka agar Cepat Berbuah Lebat

Bahkan, di kegiatan sehari-hari, nangka muda yang lebih sering dijumpai, karena dijadikan berbagai macam olahan makanan. Menjelang Lebaran, nangka muda sering dicari untuk diolah menjadi sayur ketupat.

Untuk mendapatkan nangka muda yang enak saat dimasak, berikut ini beberapa cara memilih nangka muda yang bisa Anda ikuti.

Ilustrasi buah nangka, pohon nangkaSHUTTERSTOCK/MICHAELNERO Ilustrasi buah nangka, pohon nangka

1. Pilih jenis nangka muda

Terdapat berbagai jenis nangka muda. Nangka mudah berwarna putih dan merah yang paling sering ditemukan di pasar maupun supermarket.

Pemilihan jenis nangka muda ini sangat penting, karena akan berpengaruh terhadap hasil masakan yang dibuat. Nangka muda berwarna merah biasanya digunakan untuk membuat gudeg karena teksturnya lebih keras, sedangkan nangka muda berwarna putih sering dijadikan lodeh karena lebih empuk.

Baca juga: Cara Budidaya Pohon Nangka Mini, Bisa Berbuah Terus-menerus

2. Pastikan nangka masih segar

Kesegaran bahan masakan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan. Selain mempengaruhi rasa, hal ini juga sangat berkaitan erat dengan kesehatan.

Oleh sebab itu, pastikan memilih nangka muda yang masih segar. Nangka muda yang masih segar dapat terlihat dari warna, tekstur, dan aromanya.

3. Tidak busuk

Cara memilih nangka muda untuk sayur berikutnya yaitu pastikan nangka tidak busuk. Seperti jenis sayuran pada umumnya, daya simpan nangka muda juga tidak lama.

Cermati dengan baik nangka muda yang akan dipilih. Jangan sampai memilih nangka muda yang dipilih akan atau bahkan sudah busuk.

4. Perhatikan tekstur buahnya

Buah yang kurang segar dapat diketahui dari teksturnya. Apabila tekstur daging buahnya masih keras, ini menandakan buah nangka muda masih segar.

Jika teksturnya sudah lembek, maka besar kemungkinan nangka muda tersebut sudah tidak segar atau sudah lama disimpan.

Baca juga: Cara Menanam Nangka Madu di Pot, Bisa di Pekarangan Rumah

pohon nangka berbuah banyakShutterstock/ChockdeePermploysiri pohon nangka berbuah banyak

5. Cium aromanya

Buah nangka yang sudah matang memiliki aroma yang khas. Pada nangka muda, aroma ini tidak muncul sama sekali. Cara ini bisa menjadi indikator untuk mengetahui bahwa nangka muda yang dibeli benar-benar masih muda atau sudah setengah matang.

6. Ketuk kulitnya

Cara memilih nangka muda untuk sayur ini juga dapat dilakukan dengan cara mengetuk kulitnya. Apabila suara yang dikeluarkan cukup berat, itu menandakan buah nangka sudah matang. Namun jika suaranya ringan dan sedikit nyaring, maka buah nangka tersebut masih muda.

7. Lihat warna daging buahnya

Warna daging buah nangka akan berubah warna ketika sudah matang. Pada nangka berdaging putih, ketika sudah matang akan berwarna kuning. Sedangkan pada nangka daging merah, warna merah akan semakin gelap jika buah sudah matang. Perhatikan dengan baik-baik nangka muda yang akan dipilih.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Kelapa Indonesia 2026: Dari Komoditas Rakyat ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Varietas Tanaman
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Bandeng Naik Kelas Menuju Panggung Blue Food Global
Varietas Tanaman
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Varietas Tanaman
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Varietas Tanaman
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Varietas Tanaman
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau