Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Pakai Trichoderma Sp untuk Atasi Layu Fusarium Tanaman Tomat

Kompas.com - 26/04/2023, 16:30 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Layu fusarium adalah salah satu penyakit yang menyerang tanaman tomat. Penyakit yang termasuk dalam jenis jamur ini menular melalui tanah.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Rabu (26/4/2023), serangan penyakit ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan bahkan bisa mengakibatkan tanaman mati.

Ciri-ciri tanaman tomat terserang layu fusarium adalah tulang-tulang daun sebelah atas menjadi pucat, tangkai daun merunduk dan tanaman menjadi layu dalam dua sampai tiga hari setelah infeksi. Jika tanaman sakit dipotong dekat pangkal batang, maka akan terlihat mirip cincin.

Baca juga: Simak, Cara Memilih Pupuk yang Tepat untuk Tanaman Tomat

Ilustrasi tanaman tomat, menanam tomat.SHUTTERSTOCK/CHUYKO SERGEY Ilustrasi tanaman tomat, menanam tomat.

Cara mengatasi layu fusarium yang paling efektif yaitu dengan segera mencabut tanaman yang terserang, kemudian dibakar.

Lokasi lubang tanam yang sudah terserang fusarium sebaiknya tidak perlu dilakukan penyulaman, karena penyakit ini menginfeksi akar tanaman.

Mengatasi layu fusarium dengan Trichoderma Sp

Trichoderma Sp adalah jenis jamur yang tersebar luas di tanah. Trichoderma sp ini mempunyai kemampuan melawan jenis jamur lain yang merugikan tanaman seperti jamur fusarium yang sering menyerang pada tanaman tomat.

Jamur ini sudah mulai banyak dikembangkan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dalam mengatasi permasalahan di tingkat petani.

Baca juga: 10 Buah yang Sering Dikira Sayuran, Tomat hingga Mentimun

Ada beberapa keuntungan menggunakan Trichoderma Sp, antara lain sebagai berikut.

  • Hama dan penyakit tidak menjadi kebal

Ilustrasi trichoderma untuk mengendalikan penyakit tanaman.SHUTTERSTOCK/RUKAWAJUNG Ilustrasi trichoderma untuk mengendalikan penyakit tanaman.

  • Tidak ada pengaruh yang buruk bagi tanaman
  • Trichoderma Sp hanya membunuh penyakit yang merugikan tanaman
  • Trichoderma Sp sudah ada di alam sehingga dapat bekerja secara alamiah.
  • Tidak memerlukan pengetahuan khusus dalam perbanyakan Trichoderma Sp.

Salah satu cara memperbanyak Trichoderma Sp adalah dengan pupuk kandang. Caranya, larutkan 100 gram Trichoderma Sp dengan 10 liter air, kemudian tambahkan 2 sendok gula pasir.

Baca juga: 6 Cara Merawat Tomat agar Berbuah Banyak

Pupuk kandang yang sudah disiapkan lalu disiram secara perlahan-lahan dengan air.
Selanjutnya, diaduk sampai rata.

Simpan ditempat terlindung kemudian ditutup dengan karung selama lima sampai tujuh hari. Kemudian, Trichoderma Sp siap digunakan

Untuk menggunakan Trichoderma Sp, taburkan pupuk yang telah disimpan ke lubang tanam kurang lebih satu minggu sebelum tanam. Setelah itu, tutup kembali dengan tanah.

Untuk kegiatan persemaian sebaiknya Trichoderma Sp dicampurkan dengan tanah untuk persemaian.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau