Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tahapan Panen dan Pasca-panen Jeruk yang Benar

Kompas.com, 15 Mei 2023, 18:53 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jeruk merupakan buah yang cukup populer di Indonesia. Jenisnya pun ada banyak mulai dari jeruk siam, jeruk keprok, jeruk bali, jeruk pontianak, jeruk medan, dan masih banyak lagi.

Jeruk termasuk buah yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga budidaya jeruk memiliki prospek yang bagus. Proses pemanenan dan pasca panen jeruk sangat berpengaruh terhadap kualitasnya, maka dari itu metode yang digunakan harus benar. Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, simak penjelasannya berikut ini.

Ciri-ciri jeruk matang siap panen

Jika dirawat dengan baik, pohon jeruk berbuah pertama kali di umur 3 tahun untuk jeruk siam dan 4 tahun untuk jeruk keprok. Produksi jeruk akan terus meningkat hingga mencapai puncak produktivitasnya.

Baca juga: Varietas Jeruk Keprok Unggulan Indonesia, Apa Saja?

Jeruk keprok umur 4 tahun dapat menghasilkan 8 kg per pohon dan akan terus meningkat sampai puncaknya di umur 9 tahun yang bisa menghasilkan jeruk hingga 30 kg per pohon.

Buah jerukiStockphoto/bfk92 Buah jeruk

Setelah umur pohon mencapai 12 tahun, produksi akan menurun tajam. Pada saat ini, pohon jeruk perlu dilakukan peremajaan dengan membongkar pohon tua kemudian menggantinya dengan bibit yang baru.

Jeruk dapat dipanen setelah matang di umur 6 hingga 9 bulan yang dihitung sejak bakal buah pertama kali muncul. Umur pemanenan bisa berbeda tergantung dari iklim, lokasi penanaman, tipe tanah, dan juga teknologi budidaya yang diterapkan. Biasanya, panen raya jeruk terjadi selama 1 sampai 2 bulan.

Supaya mendapatkan kualitas yang bagus, buah jeruk harus dipanen saat matang, dan rasanya sesuai dengan standar pasar. Panen dilakukan saat kulit buah dalam keadaan tidak basah. Jadi, jangan lakukan pemanenan saat hujan atau terlalu pagi karena embun masih menempel pada permukaan kulit buah.

Baca juga: 5 Jenis Jeruk yang Tumbuh di Indonesia, Apa Saja?

Cara panen jeruk

Setiap buah, jeruk memiliki tingkat keasaman yang berbeda, supaya bisa mendapatkan jeruk dengan kualitas baik ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan :

  • Siapkan gunting atau pisau tajam untuk memisahkan jeruk dari tangkainya.
  • Potong tangkai buah dan sisakan tangkai sepanjang 3 sampai 5 cm, ukuran ini dimaksudkan agar tidak melukai buah lain ketika ditempatkan dalam kontainer atau wadah.
  • Pemotongan harus dilakukan hati-hati agar tidak melukai cabang-cabang yang lain.
  • Buah kemudian diletakkan pada wadah yang sudah disiapkan dengan hati-hati, hindari benturan yang keras karena bisa merusak buah.

Ketikan panen, jeruk dapat dikumpulkan pada kontainer atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu, keranjang plastik dan lainnya yang memiliki kapasitas sekitar 20 sampai 30 kg. Lalulu keranjang diletakkan di tempat yang teduh.

Ilustrasi buah jeruk keprok.SHUTTERSTOCK/RHIE_ANN Ilustrasi buah jeruk keprok.

Usahakan dalam satu wadah tidak berisi terlalu banyak buah jeruk. Tujuannya agar buah tidak berdesakan dan saling berhimpitan karena bisa menurunkan mutu akibat tergores, memar, tergencet, tertusuk dan lainnya. Setelah itu, semua keranjang dikumpulkan lalu di angkut ke tempat penampungan menggunakan truk atau traktor pertanian.

Baca juga: Tips Menanam Jeruk agar Panennya Melimpah

Pasca panen jeruk

Pasca panen jeruk memegang peran penting yang menentukan baik tidaknya jeruk yang sampai ke tangan konsumen. Penangan pasca panen merupakan sentuhan akhir dari buah yang sudah dihasilkan agar memiliki nilai ekonomi dan daya tarik di tengah masyarakat.

Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk memperpanjang masa simpan jeruk, mempertahankan kualitas jeruk, mencegah buah rusak, dan mengurangi risiko penyusutan hasil yang banyak.

Adapun beberapa hal yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut :

  • Melakukan degreening yaitu usaha untuk mematikan zat klorofil yang ada di kulit jeruk agar warna kulit jeruk menjadi lebih menarik seperti berwarna oranye. Tindakan ini bisa dilakukan pada jeruk keprok untuk menyeragamkan warna.
  • Hindari melakukan degreening pada jeruk siam, karena pada dasarnya warna kulit jeruk siam kuning kehijauan, sehingga proses ini malah bisa membuat warna kulit jeruk berubah menjadi pucat.
  • Jeruk yang sudah dipanen kemudian diperam di ruang penyimpanan sementara selama 24 sampai 72 jam pada suhu kamar.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Varietas Tanaman
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Berita
PISAgro Bidik 44 Juta Petani Kecil untuk Masuk Ekosistem Kemitraan
PISAgro Bidik 44 Juta Petani Kecil untuk Masuk Ekosistem Kemitraan
Varietas Tanaman
PISAgro Tambah 300.000 Petani Mitra, Total Jangkauan 2,8 Juta Orang
PISAgro Tambah 300.000 Petani Mitra, Total Jangkauan 2,8 Juta Orang
Varietas Tanaman
Dukung UU Reforma Agraria, PISAgro Tekankan Lahan Telantar Harus Dioptimalkan
Dukung UU Reforma Agraria, PISAgro Tekankan Lahan Telantar Harus Dioptimalkan
Varietas Tanaman
Dulu Dibuang Sia-sia, Ikan Tangkapan Warga Transmigran Merauke Siap Tembus Pasar Nasional
Dulu Dibuang Sia-sia, Ikan Tangkapan Warga Transmigran Merauke Siap Tembus Pasar Nasional
Perawatan
Ancaman Gagal Panen Bawang Merah Brebes dan Urgensi Pengendalian Hama
Ancaman Gagal Panen Bawang Merah Brebes dan Urgensi Pengendalian Hama
Perawatan
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
Varietas Tanaman
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau