Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Cara Merawat Kacang Panjang agar Panennya Maksimal

Kompas.com, 24 Mei 2023, 19:35 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Kacang panjang termasuk sayuran yang mudah dibudidayakan. bahkan, tamanan ini tetap bisa berproduksi meskipun tanpa perawatan.

Akan tetapi, tanaman kacang panjang yang tidak dirawat pertumbuhan dan produktivitasnya tidak maksimal. Maka dari itu, merawat kacang panjang menjadi salah satu tahapan yang penting untuk dilakukan agar hasil panennya maksimal.

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (24/5/2023), berikut ini tahapan perawatan kacang panjang yang penting untuk dilakukan.

Baca juga: Mudah, Cara Menanam Kacang Panjang dari Biji

1. Penyulaman

Penyulaman adalah kegiatan mengganti tanaman yang tidak tumbuh, mati, atau pertumbuhannya kurang baik dengan tanaman baru yang lebih baik. Kegiatan ini dilakukan setidaknya seminggu setelah penanaman.

Ilustrasi tanaman kacang panjang, menanam kacang panjang.SHUTTERSTOCK/SIRIWAT WONGCHANA Ilustrasi tanaman kacang panjang, menanam kacang panjang.

Jika penyulaman terlambat, maka tanaman tidak tumbuh seragam dan akan menyulitkan pemeliharaan tanaman. Oleh karena itu, sebaiknya sediakan tanaman cadangan untuk mempermudah penyulaman.

2. Penyiraman

Tanaman kacang panjang memerlukan air yang cukup, terutama di awal pertumbuhan. Maka dari itu, ketersediaan air harus selalu diperhatikan.

Baca juga: Jenis Pupuk Kacang Panjang, Apa Saja?

Jika menanam kacang panjang di musim kemarau, pastikan untuk selalu menyiram tanaman di pagi atau sore hari. Meskipun demikian, penyiraman tidak boleh berlebihan karena bisa membuat media tanam becek dan padat.

3. Penyiangan

Penyiangan adalah kegiatan membersihkan gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar area budidaya kacang panjang. Penyiangan setidaknya dilakukan 2 kali yakni saat tanaman berumur 3 dan 6 minggu setelah tanam.

Kegiatan ini penting untuk dilakukan. Pasalnya, gulma bisa menjadi pesaing bagi tanaman budidaya yang mengakibatkan tanaman tidak bisa tumbuh dengan maksimal.

Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mencabut gulma secara langsung atau dengan menyemprotkan herbisida sesuai dosis yang disarankan.

Tanaman kacang panjangWikimedia Commons/Dinesh Valke Tanaman kacang panjang

4. Pemupukan

Jenis pupuk yang dapat diberikan pada tanaman kacang panjang yaitu pupuk organik dan anorganik. Dosis pupuk organik yang sesuai untuk tanaman kacang panjang antara lain 100 kg/ha Urea, 200 kg/ha TSP, dan 100 kg/ha KCl.

Baca juga: Pemupukan pada Tanaman Kacang Panjang supaya Pertumbuhannya Bagus

Pupuk Urea diberikan 2 tahap yaitu setengah dosen saat tanam dan sisanya setelah tanaman berumur 3 minggu. Sementara itu, pupuk TSP dan KCl diberikan semuanya saat penanaman.

Pemberian pupuk dibuat dengan cara meletakkan pada lubang atau larikan pemupukan. Setelah itu, tutup pupuk dengan tanah agar tidak mudah menguap atau tercuci.

Selain aplikasi lewat tanah, pupuk juga bisa diberikan lewat daun. Pupuk ini biasanya dalam bentuk cairan.

Penyemprotan pupuk daun sebaiknya diaplikasikan pada pagi atau sore hari ketika sinar matahari tidak terik. Pupuk daun diberikan menjelang tanaman berbunga sekitar 4 minggu setelah tanam. Dosis pupuk sesuai dengan anjuran pada kemasan.

5. Pemasangan turus

Turus atau lanjaran digunakan sebagai tempat tanaman merambat. Turus bisa dibuat dari batang kayu atau belahan bambu dengan panjang 150 sampai 200 cm dan lebar 2 hingga 3 cm.

Baca juga: Mudah, Cara Menanam Kacang Panjang di Halaman Rumah

Pemasangan turus dapat dilakukan saat tanaman kacang panjang berumur 2 minggu atau ketika tingginya sekitar 25 cm.

6. Pemangkasan tanaman

Cara merawat kacang panjang yang terakhir yaitu pemangkasan tanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk merangsang pembentukan cabang baru yang produktif supaya bunga dan buah terbentuk maksimal.

Pemangkasan dilakukan saat tanaman terlalu subur atau terlalu banyak cabang yang tidak produktif. Sementara itu, tanaman yang tumbuh normal tidak perlu dilakukan pemangkasan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Varietas Tanaman
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Varietas Tanaman
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Varietas Tanaman
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Berita
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Berita
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Berita
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Berita
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Berita
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Berita
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Berita
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Berita
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Berita
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Berita
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Varietas Tanaman
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau