Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Kacang Tanah Tanpa Olah Tanah, Bisa Hemat Biaya Produksi

Kompas.com, 18 Juli 2023, 11:51 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kacang tanah termasuk tanaman leguminoceae yang banyak tumbuh di Indonesia. Kacang tanah diketahui banyak mengandung protein dan karbohidrat yang baik untuk tubuh.

Hasil panen kacang tanah banyak diolah menjadi berbagai jenis makanan yang rasanya enak. Peminat yang cukup tinggi membuat banyak petani tertarik membudidayakan tanaman ini.

Bahkan, saat ini banyak teknik budidaya kacang tanah yang efektif dan efisien, namun hasil panennya tetap maksimal. Salah satu cara menanam kacang tanah yang efektif dan efisien yaitu dengan menanam kacang tanah tanpa olah tanah.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Kacang Tanah yang Benar

Sistem budidaya ini bisa mengurangi biaya produksi, sehingga lebih menguntungkan petani. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (18/7/2023), berikut ini cara menanam kacang tanah tanpa olah tanah.

Ilustrasi kacang tanah, menanam kacang tanah.SHUTTERSTOCK/WILAIWAN JANTRA Ilustrasi kacang tanah, menanam kacang tanah.

Persiapan benih

Benih kacang tanah sebaiknya berasal dari varietas unggul. Beberapa jenis varietas yang disarankan, antara lain; Gajah, Macan, Banteng, Kidang, dan Tapir. Varietas tersebut tahan terhadap penyakit layu, karat, dan bercak daun.

Persiapan lahan

Meskipun tidak diolah, lahan budidaya perlu dibersihkan terlebih dahulu dari sisa tanaman maupun gulma. Kemudian, buat saluran drainase dengan jarak 3 hingga 4 meter membujur searah barisan tanah. Lebar saluran cukup 30 cm dengan kedalaman 25 cm.

Penanaman

Cara menanam kacang tanah tanpa olah tanah yaitu dengan meletakkan benih kacang tanah dalam lubang tanam dengan kedalaman 3 cm. Jumlah benih yang ditanam yaitu 2 butir per lubang tanam. Sementara itu, jarak tanamnya 40 x 20 cm atau 30 x 30 cm.

Baca juga: Pedoman Budidaya Kacang Tanah yang Mudah Dilakukan

Perawatan tanaman

Meskipun pengolahan lahan ditiadakan, namun perawatan tanaman perlu tetap dilakukan. Beberapa kegiatan perawatan yang perlu dilakukan, seperti berikut:

1. Pemupukan

Dosis pupuk yang diberikan yaitu Urea 40 kg, SP-36 112,5 kg, dan KCl 50 kg. Pupuk diberikan saat tanaman berumur 10 hingga 15 hari setelah tanam dengan cara ditebarkan pada larikan atau barisan.

2. Pengairan

Tanaman kacang tanah perlu diberi air sampai berumur 2,5 bulan yakni saat mulai fase perkecambahan hingga pengisian polong. Pemberian air dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Baca juga: 9 Varietas Kacang Tanah yang Mempunyai Sifat Unggul

Ilustrasi kacang tanahPixabay/Jing Ilustrasi kacang tanah

3. Penyiangan

Penyiangan bertujuan untuk membersihkan gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman kacang tanah. Kegiatan penyiangan dilakukan saat berumur 3 hingga 6 minggu setelah tanam.

Jangan lakukan penyiangan saat tanaman berbunga karena bisa mengganggu proses pembuahan tanaman tersebut.

4. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan secara terpadu yakni dengan memadukan pengendalian mekanis, biologi, hingga kimiawi. Namun, pengendalian kimiawi hanya boleh dilakukan saat serangan hama maupun penyakit melebihi ambang batas ekonomi.

Baca juga: Simak, Panen dan Pasca-panen Kacang Tanah

Pemanenan

Tanaman kacang tanah telah bisa dipanen setelah berumur 100 hingga 110 hari. Ciri kacang tanah siap panen yaitu kulit polong mulai mengeras, warnanya hitam, polong berisi penuh, kulit bijinya tipis mengkilat dan tidak berair, serta sebagian besar daunnya rontok.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
Varietas Tanaman
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau