Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Cara Menanam Bunga Krisan, Bisa Menjadi Bunga Potong

Kompas.com - 25/07/2023, 13:14 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

 

Setelah ditanam, lakukan penyiraman setiap hari sampai tanaman berumur 10 hingga 14 hari atau tergantung kondisi kelembapan tanah. Setelah berumur 14 hari, penyiraman cukup 2 sampai 3 hari sekali tergantung kondisi tanaman.

Pemupukan

Pemupukan lanjutan dilakukan saat tanaman berumur 2, 4, dan 6 minggu menggunakan pupuk Urea 1,5 sampai 2 gram/meter dan KNO3 sebanyak 6 gram/meter. Selanjutnya, pupuk daun diberikan saat mulai tanam hingga 1 minggu menjelang panen dengan frekuensi pemupukan 2 kali seminggu.

Ilustrasi bunga krisan.Shutterstock/K-Smile love Ilustrasi bunga krisan.

Pemasangan jaring penegak

Jaring penegak bisa terbuat dari tambang plastik dengan ukuran lobang 10 x 10 cm yang memanjang searah panjang bedengan. Jaring penegak biasanya dipasang sebelum penanaman dan perlahan dinaikkan seiring dengan tinggi tanaman.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Mawar agar Berbunga Banyak

Pencahayaan tambahan

Tanaman krisan membutuhkan pencahayaan yang tepat untuk menunjang pertumbuhannya. Pemberian cahaya tambahan dilakukan pada malam hari selama 4 hingga 5 jam/hari mulai pupuk 22.00 hingga 03.00.

Setelah 30 hari, pencahayaan tambahan di malam hari dihentikan. Jarak titik lampu lampu dari bedengan sekitar 1,5 meter sedangkan jarak antar lampu 2 meter.

Lampu yang digunakan untuk memberikan cahaya tambahan yaitu LED dengan kekuatan setara 75 w atau 100 w.

Pengendalian hama dan penyakit

Tanaman krisan juga berisiko terkena serangan hama dan penyakit. Cara pengendalian hama dan penyakit yang bisa dilakukan yaitu dengan menyemprotkan pestisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Baca juga: Jenis Pupuk Bunga Mawar dan Aplikasinya yang Benar

Panen

Bunga krisan bisa dipanen dengan cara memotong batang tanaman kira-kira 5 cm dari atas permukaan tanah menggunakan gunting potong. Setelah dipotong, simpan bunga krisan potong pada ember berisi air dan tempatkan di area teduh agar tidak layu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau