JAKARTA, KOMPAS.com - Pemupukan merupakan salah satu tahapan perawatan tanaman terong yang penting untuk dilakukan. Pemberian pupuk tanaman terong dilakukan untuk menambah unsur hara yang mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
Jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk organik, anorganik, dan pelengkap cair. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Melansir dari buku Standar Operasional Prosedur Budidaya Terung, Selasa (1/8/2023), pupuk organik berfungsi untuk memperbaiki tekstur dan struktur tanah. Pupuk anorganik digunakan sebagai unsur tambahan hara atau nutrisi yang dibutuhkan dalam untuk pupuk tunggal maupun majemuk.
Baca juga: 5 Cara Merawat Tanaman Terong agar Panennya Maksimal
Sementara itu, pupuk pelengkap cair digunakan untuk mengatasi kekurangan unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman. Hal lain yang penting untuk diperhatikan selain jenis pupuknya yaitu prosedur pemberian pupuk tersebut. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Sebelum memulai pemupukan, siapkan terlebih dahulu beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan. Adapun alat dan bahan yang dimaksud, seperti berikut:
Baca juga: Tips Pemberian Pupuk untuk Tanaman Terong yang Tepat
Jumlah pupuk yang diberikan harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Jenis pupuk tanaman terong yang biasanya diberikan yaitu Urea, ZA, KCl, dan unsur hara mikro.
Waktu pemberian pupuk NPK yaitu saat tanaman berumur 15, 28, dan 42 hari setelah tanam untuk terong hibrida. Sedangkan untuk terong non hibrida pemupukan dilanjutkan saat tanaman berumur 60 dan 80 hari setelah tanam.
Cara pemupukan diawali dengan membuat lubang pemupukan menggunakan tugal. Kemudian, letakkan pupuk dalam lubang tanam tersebut dan tutup kembali dengan tanah agar pupuk tidak tercuci atau menguap.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!