Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tips Budidaya Ikan Nila agar Cepat Panen dan Raup Untung

Kompas.com - 28/02/2024, 00:05 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Petak sawah di Dusun Parangmalengu, Desa Panakukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan seluas 16 are disulap menjadi lokasi budidaya ikan nila beromzet puluhan juta rupiah dalam sebulan. Sabtu, (8/7/2023).KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T. Petak sawah di Dusun Parangmalengu, Desa Panakukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan seluas 16 are disulap menjadi lokasi budidaya ikan nila beromzet puluhan juta rupiah dalam sebulan. Sabtu, (8/7/2023).

Sumber air yang bagus, mengandung plankton, yaitu pakan alami ikan nila. Anda bisa memastikan kekeruhan air terjaga dengan menggunakan secchi disk.

Biasanya angka kecerahan menunjukkan 20 sampai 30 cm.

Baca juga: Cara Membuat Tepung Ikan, Bisa Menjadi Pupuk Tanaman

4. Jangan langsung menggunakan kolam

Kolam yang sudah dibuat baiknya juga tidak langsung digunakan. Pengisian air kolam lebih baik dilakukan secara bertahap agar termineralisasi dengan baik.

Air yang sehat dan siap digunakan terlihat dari adanya jentik serangga, cacing, atau anak seafood di dasar kolam.

Dua minggu sebelum digunakan, keringkan dan jemur dasar kolam selama beberapa hari. Bersihkan, cangkul, dan ratakan tanah dasar kolam.

Perbaiki pH tanah dasar kolam dengan memberi pupuk. Takarannya adalah kapur tohor (CaO) sebanyak 100 sampai 300 kg/ha atau kapur pertanian sebanyak 500 sampai 1.000 kg/ha untuk pH 6.

Baca juga: Cegah Stunting, BTN dan Relawan BUMN Ajarkan Budidaya Ikan Lele di NTT

Beri pupuk kandang (organik) sebanyak 1 sampai 2 ton/ha dengan cara ditabur dan diaduk untuk memperbaiki kesuburan tanah.

Isi kolam dengan ketinggian air 5 sampai 10cm, lalu biarkan selama dua hingga tiga hari. Setelah itu, tambahkan air hingga ketinggian 75 sampai 100cm.

Ketika mulai muncul fitoplankton di air (berwarna kuning kehijauan), maka kolam sudah siap digunakan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau