Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Kunyit di Pekarangan Rumah

Kompas.com - 11/05/2024, 13:33 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu rempah yang sering digunakan adalah kunyit. Kunyit atau kunir adalah rempah yang sering digunakan untuk bahan masakan dan termasuk dalam tanaman obat keluarga (TOGA).

Dikutip dari laman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Sabtu (11/5/2024), ciri-ciri tanaman kunyit adalah memiliki warna kuning pada buahnya, dan warna kuning kehijauan pada daunnya.

Daun kunyit umumnya berukuran lebar. Kunyit dapat digunakan untuk bumbu masakan, pewarna alami, dan obat atau jamu herbal untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Baca juga: Cerita Bali Pure Olah Minyak Kelapa hingga Kunyit dan Jahe Tembus Pasar Ekspor

Ilustrasi menanam kunyit. SHUTTERSTOCK/OLGA RINCON CASTILLANOS Ilustrasi menanam kunyit.

Manfaat kunyit tidak sebatas pada masakan atau jamu. Kunyit mengandung zat bernama kurkumin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Kukumin berperan sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari radikal bebas, mencegah peradangan, melindungi pencernaan dari berbagai macam penyakit, hingga mencegah kanker.

Untuk menikmati beragam manfaat kunyit, Anda bisa menanamnya di rumah. Berikut cara menanam kunyit di pekarangan rumah hingga panen.

1. Pembibitan dan penyemaian rimpang kunyit

Pembibitan kunyit dapat dilakukan dengan mengambil rimpang kunyit yang sudah tua. Usia kunyit yang layak dijadikan sebagai bibit adalah sekitar 8 bulan.

Baca juga: Cara Menanam Kunyit di Pot atau Polybag, Bisa di Halaman Rumah

Semakin tua kunyit, maka semakin bagus pula bibit dan tunas yang akan dihasilkan. Jumlah rimpang yang digunakan untuk pembibitan disesuaikan dengan jumlah pot atau polybag yang disiapkan.

Masing-masing pot diisi dengan satu bibit.

Langkah selanjutnya adalah penyemaian bibit kunyit, yaitu meletakkan rimpang kunyit yang telah disiapkan di atas tanah yang lembap. Pastikan rimpang tersebut tidak terkena paparan sinar matahari langsung.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau