Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kuntoro Boga
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementan

Praktisi, Peneliti dan Pengamat Pertanian

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Kompas.com, 28 Februari 2025, 18:13 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Permintaan global untuk minyak atsiri serai wangi terus meningkat sekitar 3-5 persen setiap tahun, memberikan nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Indonesia, sebagai produsen terbesar ketiga dunia setelah China dan Vietnam, memiliki pasar utama di Amerika Serikat, Eropa, dan China.

Keunggulan ini semakin diperkuat dengan pengembangan varietas unggul seperti Sitrona 1 Agribun dan Sitrona 2 Agribun, yang menghasilkan minyak berkualitas ekspor dengan kandungan sitronellal hingga 60 persen dan geraniol mencapai 90 persen.

Varietas ini dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO) di bawah koordinasi BSIP Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dengan tujuan menggantikan varietas lokal yang memiliki kandungan senyawa aktif lebih rendah dan memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang semakin kompetitif.

Secara finansial, usaha pengolahan minyak atsiri serai wangi sangat menguntungkan. Dengan rasio B/C di atas 1,09 dan pengembalian investasi dalam waktu kurang dari lima tahun, pengembangan budidaya dan penyulingan minyak ini menjadi pilihan investasi menarik.

Inovasi dalam teknologi penyulingan juga telah meningkatkan efisiensi produksi, sementara perluasan lahan tanam di berbagai daerah membantu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Upaya ini turut membuka peluang lapangan kerja baru, terutama di sektor pertanian dan agroindustri.

Namun, masih terdapat beberapa tantangan, seperti fluktuasi harga pasar global, ketergantungan pada metode budidaya tradisional, dan rendahnya adopsi teknologi modern oleh petani.

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan dukungan dari pemerintah dan sektor swasta berupa pelatihan teknis, pengembangan infrastruktur penyulingan modern, serta penyediaan bibit unggul secara berkelanjutan.

Selain itu, integrasi dengan sektor peternakan, seperti pemanfaatan limbah daun sebagai pakan ternak, dapat memberikan nilai tambah signifikan.

Dengan strategi tepat, Indonesia berpeluang besar memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar global minyak atsiri serai wangi, sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi dan lingkungan yang ditawarkannya.

Manfaat lingkungan budidaya serai wangi

Serai wangi memiliki manfaat luar biasa, tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga dalam konservasi lingkungan.

Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik di lahan marginal, seperti bekas tambang, yang sering kali mengalami kerusakan fisik dan kimiawi.

Dengan sistem perakaran yang kuat, serai wangi membantu mencegah erosi tanah, meningkatkan kapasitas tanah menyerap air, serta memulihkan struktur tanah yang rusak.

Sebagai tanaman reklamasi, serai wangi memberikan manfaat ganda: memulihkan fungsi ekosistem lahan kritis sekaligus menghasilkan minyak atsiri yang bernilai tinggi.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau