Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Semangka yang Benar, dari Pratanam sampai Panen

Kompas.com, 29 Agustus 2022, 22:00 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Semangka bisa menjadi tanaman penyelang di sawah saat musim kemarau. Cara menanam semangka yang relatif mudah ditambah dengan peminat yang cukup tinggi membuat banyak petani tertarik menanam komoditas buah ini.

Dikutip dari penjelasan di buku Petunjuk Teknis Budidaya Semangka, Senin (29/8/2022), berikut penjelasan lengkap seputar cara menanam semangka di musim kemarau.

Baca juga: 7 Langkah Menanam Semangka Tanpa Biji dengan Benar

Persiapan produksi

Sebelum mulai menanam semangka, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Misalnya; memilih lokasi yang paling sesuai untuk menanam buah semangka, mengukur pH tanah, dan menyiapkan sarana serta prasarana yang menunjang proses budi daya.

tanaman semangkaPixabay/Punkaset tanaman semangka

Pembibitan

Setelah mendapatkan benih terbaik, maka benih tersebut harus disemai terlebih dahulu. Namun, sebelum penyemaian benih perlu dicuci bersih kemudian direndam dalam larutan fungisida.

Tujuannya agar benih terhindar dari penyakit tular benih. Kemudian, taburkan benih pada media semai dan tunggu hingga bibit tumbuh dan siap dipindah tanam ke lahan.

Baca juga: Catat, Ini Cara Menanam Semangka Kuning yang Benar

Persiapan lahan tanam

Lahan yang akan digunakan untuk menanam semangka dibersihkan terlebih dahulu dari sisa tanaman dan gulma. Setelah itu, lahan diolah hingga gembur dan dibuat petakan atau bedengan.

Tambahkan pupuk kandang sebagai pupuk dasar, agar unsur hara dalam tanah mencukupi untuk kebutuhan tanaman semangka di awal penanaman. Jika lahan tersebut terlalu asam, maka perlu diaplikasikan kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah.

Penanaman bibit

Bibit yang siap tanam biasnya berumur 10-14 hari setelah semai. Cara menanam semangka yait dengan membahasi bedengan terlebih dahulu.

Setelah itu, buat lubang tanam yang jaraknya sudah diatur agar tidak terlalu dekat. Kemudian tanam bibit pada lubang tanam tersebut dan tutup kembali lubang tanam dengan tanah.

Waktu penanaman yang tepat yaitu sore hari dan bisa dilakukan 5-7 hari setelah pemasangan mulsa atau setelah pemberian pupuk dasar.

Baca juga: 6 Cara Merawat Tanaman Semangka agar Buahnya Besar

Buah semangkaPexels/Chris F Buah semangka

Pemeliharaan tanaman

Tanaman semangka yang sudah ditanam harus dipelihara agar pertumbuhan dan produktivitasnya optimal.

Pemeliharaan yang biasanya dilakukan, meliputi penyulaman, pemangkasan cabang, penyerbukan buatan, penjarangan atau seleksi buah, pemberian alas buah, pengairan, penyiangan, pemupukan susukan, pembalikan buah, serta pengendalian hama dan penyakit.

Panen

Buah semangka umumnya bisa dipanen saat tanaman berumur 65-85 hari setelah tanam atau tergantung pada varietas dan konidisi iklim. Biasanya, tanaman yang siap panen ditandai dengan warna dan tekstur mengkilat, sulur buah mengecil, dan jika buah diketuk akan mengeluarkan suara yang agak berat.

Waktu panen bisa dilakukan pagi hari agar kualitas buah tetap terjaga. Cara pemanenannya dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan pisau atau gunting yang tajam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau