Ilustrasi menyemprotkan pestisida ke tanaman. Beberapa contoh insektisida sistemik lokal antara lain; dimetan, furatiokarb, pyrolan, dan profenovas.
Insektisida sistemik merupakan insektisida yang terbuat dari bahan kimia atau sintesis. Insektisida ini memiliki beberapa keunggulan, seperti mudah diproduksi dalam jumlah besar, mudah diangkut, mudah disimpan, dan harganya relatif murah.
Baca juga: Tips Mengendalikan Hama di Pohon Mangga Tanpa Pestisida
Sayangnya, penggunaan insektisida kimia berlebih bisa menyebabkan dampak negatif baik untuk tanaman, lingkungan, maupun manusia. Dampak negatif penggunaan insektisida ini, antara lain; menjadi bahan pencemar, membuat populasi musuh alami berkurang, dan menyebabkan hama menjadi resisten.
Tak hanya itu, insektisida sintetis juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti; keracunan, cacar, kanker, penyakit liver, hingga kemandulan. Penggunaan insektisida berlebih juga dapat mencemari tanah, udara, dan air.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.