Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Budidaya Ciplukan, Buah Kecil yang Harganya Mahal

Kompas.com - 27/10/2022, 18:37 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi buah ciplukan.PIXABAY/MATTHIAS BOCKEL Ilustrasi buah ciplukan.

Kondisi lapisan olah tanah bagian atas sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman ciplukan. Ciplukan dapat hidup di dataran rendah hingga dataran dengan ketinggian sekitar 1.500 mdpl.

2. Persiapan benih

Benih ciplukan dapat diperoleh dari buah yang sudah berumur lebih dari 2,5 bulan. Buah yang sudah matang dan tua, bila dipijit dengan jari akan mengeluarkan daging buah yang lunak beserta bijinya.

Baca juga: Cara Budidaya Alpukat Aligator di Pekarangan, Bisa Panen Setiap Saat

Biji ini digunakan sebagai benih yang siap disemai.

3. Penyiapan media semai

Penyemaian dilakukan untuk proses pembentukan kecambah benih yang tumbuh menjadi tanaman ciplukan, Jika sudah tumbuh daun, bibit siap untuk dipindahkan ke lahan.

Tanah yang digunakan untuk melakan proses penyemaian harus mempunyai tekstur yang lembut dan mempunyai cukup kandungan nutrisinya selama proses persemaian.

4. Penyemaian benih

Pemeliharaan bibit benih ciplukan di bak relatif lebih mudah daripada pemeliharaan benih di bedengan. Menabur benih di bedengan secara langsung perlu ditutupi dengan tutup plastik untuk menekan penguapan air dari media bibit, menghindari paparan panas atau hujan, dan mencegah hama dan penyakit.

Baca juga: Cara Budidaya Jeruk Keprok, Varietas Lokal Unggulan Indonesia

Bibit berusia satu hingga 1,5 bulan siap ditanam dalam tanah.

5. Penanaman

Bibit ciplukan tumbuh di persemaian memiliki akar relatif sedikit, batang masih lunak, dan jumlah daun sekitar 8 lembar. Benih ini memiliki kelemahan akar dan batang yang mudah rusak, dan sekali rusak daun cepat layu.

Oleh karena itu, biji ciplukan perlu dipindahkan dengan hati-hati, dan setelah dicabut harus segera ditanam kembali.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau