Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Begini Cara Merawat Semangka Non Biji agar Buahnya Besar

Kompas.com, 1 November 2022, 10:40 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

Lakukan seleksi buah

Perlu diketahui bahwa dalam budidaya semangka, tidak semua buah yang muncul akan dibesarkan dan dipanen. Sebagian buah semangka ternyata sengaja dibuang.

Buah yang dibuang biasanya kualitasnya kurang baik. Dalam satu cabang, biasanya hanya dipilih 1 sampai 3 buah untuk dipelihara dan dipanen.

Buah yang dipilih yaitu buah dengan kualitas paling baik. Buah tersebut kemudian diberi alas sereah atau jerami agar tidak mudah busuk.

Buah kemudian dibalik agar warna kulitnya merata dan rasanya manis. Pembalikan buah pertama kali dilakukan saat umur buah 15 hari. Pada umur 25 hari, buah kembali dibalik dan diatur agar posisinya berdiri.

Ilustrasi buah semangkapixabay.com Ilustrasi buah semangka

Membersihkan kebun dengan rutin

Kebersihan kebun juga menunjang pertumbuhan tanaman semangka. Oleh karena itu, perlu dilakukan sanitasi rutin untuk menekan pertumbuhan gulma di sekitar area budidaya semangka.

Baca juga: 8 Varietas Semangka Tanpa Biji, Apa Saja?

Pembersihan gulma dilakukan minimal 3 hari sekali. Sisa daun atau rantingnya dikumpulkan dan ditimbun dalam tanah.

Pemupukan

Pemupukan juga termasuk cara merawat semangka non biji yang perlu dilakukan. Pemupukan dilakukan secara bertahap.

Pemupukan susulan pertama, diberikan ketika tanaman berumur 5 HST. Jenis pupuk yang diaplikasikan yaitu NPK sebanyak 3 kg yang dilarutkan dalam 150 liter air. Setiap tanaman mendapatkan pupuk sebanyak 250 cc.

Pemupukan susulan kedua, dilakukan saat tanaman berumur 15 HST. Pupuk NPK sebanyak 2 kg dan pupuk ZA sebanyak 1 kg dicairkan dalam 100 liter air. Kemudian aplikasikan campuran pupuk tersebut sebanyak 250 cc per tanaman.

Baca juga: Cara Budidaya Semangka agar Buahnya Besar dan Manis

Pemupukan susulan ketiga, diberikan ketika tanaman berumur 21 HST. Pupuk NPK sebanyak 3 kg dilarutkan dalam 150 liter air, lalu berikan larutan pupuk tersebut sebanyak 250 cc per tanaman.

Pengendalian hama dan penyakit

Agar tanaman tumbuh dengan baik dan buah yang dihasilkan berkualitas, maka perlu upaya pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian organisme pengganggu tanaman ini bisa dilakukan dengan menyemprotkan pestisida sesuai jenis dan dosis yang dianjurkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau