Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Buah Naga dari Biji agar Berbuah Banyak

Kompas.com, 22 November 2022, 17:24 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Buah naga merupakan salah satu buah populer di Indonesia. Buah ini memiliki biji kecil yang tersebar di daging buahnya.

Biji kecil tersebut ternyata bisa digunakan untuk perbanyakan tanaman secara generatif. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (22/11/2022), berikut penjelasan seputar cara menanam buah naga dari biji.

Baca juga: Cara Stek Buah Naga yang Mudah Dilakukan

Pembibitan buah naga

Biji buah naga yang akan ditanam diambil dari buah naga yang berkualitas baik. Buah naga kemudian dimasukkan dalam air dan dihancurkan untuk memisahkan antara daging buah dengan bijinya.

Buah nagaPixabay/shirakawaraku Buah naga

Biji yang sudah terpisah kemudian diletakkan ke dalam gelas air mineral yang sudah berisi kapas atau kapuk. Media persemaian kemudian dibasahi dengan air secukupnya sampai lembap.

Tutup gelas dengan plastik dan ikat sampai rapat untuk mencegah kontaminasi bakteri atau masuknya semut ke dalam media semai tersebut.

Tempatkan persemaian biji buah naga di tempat yang sejuk. Tunggu 5 sampai 10 hari sampai biji bertunas dan siap dipindahkan ke lahan budidaya.

Baca juga: Cara Menanam Buah Naga Stek agar Cepat Tumbuh

Membuat tiang panjatan

Untuk menopang batang tanaman buah naga, maka perlu dibuat tiang panjatan setinggi 2 sampai 2,5 m. Tiang tersebut ditanam sedalam 50 cm agar tetap kokoh.

Tambakan juga penopang batang kayu atau besi berbentuk +. Lalu, tambahkan besi berbentuk lingkaran.

Dalam satu area tanam, tiang panjatan dibuat sejajar dengan jarak tiang dalam satu bari selebar 2,5 m dan jarak antar baris sekitar 3 m. Diantara barisan tersebut buat juga saluran drainase sedalam 25 cm.

Mengolah tanah

Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan gulma yang tumbuh di are tersebut. Setelah itu, gemburkan tanah dan tambahkan kompos atau pupuk kandang untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Baca juga: Cara Menanam Buah Naga di Pot agar Cepat Berbuah

Tanaman buah nagaPixabay/lequangutc89 Tanaman buah naga

Penanaman

Cara menanam buah naga dari biji diawali dengan membuat lubang tanam. Setelah itu, letakkan bibit hasil persemaian biji ke dalam lubang tanam tersebut. Lalu, tutup lubang tanam sembari dipadatkan agar bibit tidak rebah.

Perawatan tanaman

Tanaman buah naga akan tumbuh dengan baik, apabila dirawat dengan maksimal. Beberapa perawatan yang diperlukan, antara lain; pemupukan, penyiraman, dan pemangkasan.

Baca juga: Bagaimana Cara Menanam Buah Naga yang Benar? Ini Penjelasannya

Pemanenan

Tanaman buah naga biasanya berbuah saat bulan ke-10 sampai 12 setelah tanam. Buah naga yang kulitnya mulai berwarna merah dan mengkilap sudah bisa dipanen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau