Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pupuk dan Pestisida Alami dari Buah Maja

Kompas.com, 28 November 2022, 15:43 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Maja adalah tanaman yang menghasilkan buah. Buah maja memiliki bentuk bulat seperti jeruk dengan permukaan licin berwarna hijau jika masih muda dan agak kekuningan apabila sudah tua.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Senin (28/11/2022), tanaman maja jarang sekali dibudidayakan oleh petani walaupun banyak kegunaannnya. Biasanya tanaman maja ditanam di pinggiran lahan oleh petani hanya sebagai batas lahan.

Tidak jarang tanaman maja banyak tumbuh di pinggir-pinggir aliran sungai hanya sebagai penguat tanah agar tidak longsor atau terjadi erosi.

Baca juga: Ketahui, Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Pestisida Alami

Ilustrasi tanaman maja, buah maja. PIXABAY/BISHNU SARANGI Ilustrasi tanaman maja, buah maja.

Buah maja tidak bisa dikonsumsi karena buah ini memang tidak enak dimakan dan rasa buah cenderung pahit dan berbau menyengat, terutama jika buah yang sudah tua.

Namun demikian, buah maja masih bisa di manfaatkan untuk budidaya pertanian. Salah satu manfaat buah maja adalah sebagai pestisida alami atau pestisida nabati dan pupuk organik.

Cara membuat pestisida alami dari buah maja

Berikut cara pembuatan pestisida nabati dari buah maja.

Bahan dan alat yang dibutuhkan

  • 2 buah maja yang sudah tua
  • 1 kg umbi gadung
  • 2 liter air
  • 1 sendok makan sabun colek
  • Ember yang ada tutupnya
  • Parutan atau lumpang penghalus

Baca juga: Manfaat Sirih untuk Pestisida Alami dan Cara Membuatnya

Cara pembuatan

Ilustrasi tanaman maja, buah maja.PIXABAY/BISHNU SARANGI Ilustrasi tanaman maja, buah maja.

Belah buah maja menjadi dua dan ambil daging buahnya. Masukkan ke dalam ember sambil diremas-remas.

Masukkan umbi gadung yang sudah dihaluskan, kemudian masukkan juga air ke dalam ember dan diaduk agar bercampur merata. Jangan lupa tambahkan sabun colek.

Setelah tercampur tutup ember dengan rapat jika tidak ada tutupnya bisa menggunakan plastik dan diikat erat. Diamkan selama 12 jam untuk fermentasi, kemudian siap digunakan.

Cara menggunakan pestisida alami dari buah maja

Saring bahan tersebut di atas dengan kain kasa agar tinggal airnya saja.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih, Mudah dan Murah

Untuk 1 tangki srayer kapasitas 14 liter cukup memakai 1 hingga 2 gelas bekas air minum dalam kemasan. Semprotkan pada tanaman yang dibudidayakan (biasanya untuk tanaman sayuran atau tanaman buah semusim).

Khasiat buah maja untuk pestisida alami

Pestisida alami dari buah maja bisa mengendalikan hama jenis kutu-kutuan maupun jenis aphids dan ulat. Aplikasi atau penyemprotan pada tanaman dapat dilakukan pada tanaman yang sudah terserang hama maupun yang belum terserang untuk pencegahan.

Dengan penggunaan pestisida alami dari buah maja, tanaman akan sehat serta tidak mengandung residu pestisida kimia yang bisa membahayakan kesehatan.

Cara membuat pupuk organik dari buah maja

Selain sebagai pestisida alami, buah maja juga dapat digunakan sebagai pupuk organik. Berikut cara membuatnya.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik dari Terasi

Bahan dan alat yang dibutuhkan

  • 2 buah maja yang sudah matang
  • 2 liter air cucian beras atau air leri
  • 2 liter air kelapa
  • 1 ons gula pasir
  • Ember bekas cat yang ada tutupnya
  • Sendok

Ilustrasi menyemprotkan pupuk.SHUTTERSTOCK/TAWANROONG Ilustrasi menyemprotkan pupuk.

Cara pembuatan

Belah buah maja menjadi dua bagian. Keluarkan daging buahnya menggunakan sendok dan masukkan ke dalam ember.

Tambahkan air cucian beras dan air kelapa. Kemudian, tambahkan juga gula pasir.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Meracik Pupuk Hidroponik

Aduk sampai semua bahan tercampur rata. Tutup ember dengan rapat, lubangi tutupnya sebesar jarum.

Diamkan selama satu hingga dua minggu untuk fermentasi.

Cara penggunaan

Saring semua bahan tersebut dan ambil airnya. Semprotkan pupuk cair pada tanaman dengan dosis untuk satu isi 14 liter air dengan 2 gelas pupuk cair.

Semprotkan pupuk cair tersebut setiap dua minggu sekali.

Baca juga: Cara Menggunakan Brotowali Sebagai Pupuk dan Pestisida Nabati

Manfaat pupuk organik dari buah maja

Berikut beberapa manfaat pupuk organik dari buah maja.

  • Menyuburkan berbagai tanaman buah atau sayuran
  • Memperbaiki struktur tanah
  • Menambah atau meningkatkan mikroorganisme dalam tanah yang berguna bagi tanaman
  • Tanaman atau buah akan lebih sehat karena tidak mengandung bahan kimia

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
SMI dan Pemprov Jabar Pulihkan Lahan Kritis, Panen Perdana di Cihawuk
Varietas Tanaman
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau