Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Budidaya Pepaya Madu yang Benar agar Hasilnya Menguntungkan

Kompas.com - 31/12/2022, 09:40 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Penyemaian benih

Benih pepaya madu lebih baik disemai terlebih dahulu sebelum ditanam. Hal ini bertujuan supaya pada fase awal pertumbuhan, tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan.

Jika langsung benih yang ditanam, maka tingkat keberhasilannya akan turun. Berikut ini cara menyemai benih pepaya madu agar pertumbuhannya cepat:

Baca juga: Mengenal Sejarah Pepaya California dan Karakteristik yang Dimiliki

  1. Rendam benih dalam air hangat kuku, kurang lebih 30 hingga 60 menit, buang benih yang mengambang.
  2. Siapkan media tanam dari campuran tanah dan pupuk kandang.
  3. Masukan media tanam tersebut ke dalam plastik polybag kecil.
  4. Buatlah lubang tanam dan masukan benih pepaya madu.
  5. Lakukan penyiraman secara rutin.
  6. Setelah 30 hari, benih siap ditanam.

Ilustrasi tanaman pepaya, pohon pepaya. PIXABAY/GULZER HOSSAIN Ilustrasi tanaman pepaya, pohon pepaya.

Penanaman

Setelah semua persiapan selesai, langkah selanjutnya yaitu melakukan penanaman. Cara menanam pepaya madu dengan memasukkan bibit pepaya madu ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan. Tutup dengan tanah sampai pangkal batang. Setelah itu, lakukan perawatan secara rutin.

Baca juga: 6 Cara Merawat Pohon Pepaya agar Produktivitasnya Bagus

Perawatan

Tahapan budidaya pepaya madu berikutnya yaitu merawat atau memelihara tanaman tersebut. Perawatan pepaya madu meliputi:

  • Pembersihan rumput liar yang mengganggu tanaman.
  • Penyiraman secara rutin.
  • Pemupukan sesuai kebutuhan tanaman.
  • Pencegahan dan pengendalian hama penyakit.

Pemanenan

Buah pepaya madu mulai dapat dipanen pada usia antara 10 sampai 12 bulan. Buah yang siap dipanen memiliki ciri-ciri ukurannya besar, berwarna sedikit kuning, dan memunculkan aroma yang harum.

Cara panen buah pepaya yaitu dengan memetik buah panen pepaya. Pastikan memetik madu dari tangkainya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau