Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Jenis Tanaman Pendamping untuk Tumpang Sari, Apa Saja?

Kompas.com, 4 Januari 2023, 16:14 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Penanaman bawang bersama kacang-kacangan akan membuat pertumbuhan terhambat karena bakteri rhizobium sulit melekat pada bintil akar tanaman kacang.

3. Bit

Tanaman bit juga bisa dibudidayakan secara tumpang sari bersama kubis maupun bawang-bawangan. Daun bit diketahui mengandung magnesium yang berguna untuk pertumbuhan bawang dan kubis.

Sementara itu, bit kurang sesuai ditanam bersama kacang-kacangan. Hal tersebut dikarenakan tanaman kacang dan bit akan berkompetisi untuk menyerap zat karbon yang ada dalam tanah. Kondisi tersebut bisa menyebabkan pertumbuhan kedua tanaman terganggu.

Baca juga: Cara Menanam Buah Bit di Dataran Tinggi agar Hasilnya Berlimpah

4. Buncis

Tanaman sayuran ini juga bisa dibudidayakan dengan pola tumpang sari. Tanaman utama yang cocok ditanam bersama buncis yaitu jagung, bayam, bit, lobak, dan timun.

Ilustrasi tanaman buncis, menanam buncis. SHUTTERSTOCK/STEFANIE MOHR PHOTOGRAPHY Ilustrasi tanaman buncis, menanam buncis.

Buncis diketahui bisa menyediakan unsur nitrogen dalam tanah dan menghalau kumbang parasit. Di lain hal, tanaman buncis kurang cocok ditanam bersama kubis, sawi, tomat, merica, dan bawang-bawangan.

Hal tersebut dikarenakan tanaman menjadi terlalu rentang terserang patogen penyebab penyakit karena unsur hara nitrogen yang tersedia terlalu banyak.

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Buncis agar Hasilnya Menguntungkan

5. Kemangi

Jenis tanaman pendamping untuk tumpang sari lainnya yaitu kemangi. Tanaman kemangi bisa dibudidayakan bersama tomat, asparagus, dan merica.

Kemangi diketahui bisa menghalau lalat dan kumbang perusak. Selain itu, tanaman ini juga bisa menarik kupu-kupu yang dapat membantu penyerbukan dan membuat buah tomat menjadi lebih renyah dan kering.

Meskipun demikian, tanaman kemangi sebaiknya tidak ditanam bersama daun inggu Ruta graveolens dan daun saga Salvia officinalis.

Hal tersebut dikarenakan daun minggu dan saga termasuk herba yang bisa merangsang kemangi mengeluarkan minyak yang dapat mempengaruhi rasa hasil panen dari tanaman utama.

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Daun Kemangi di Halaman Rumah

Itulah sejumlah tanaman pendamping yang cocok ditanam dengan sistem tumpang sari. Selain kelima tanaman di atas, masih banyak pilihan tanaman pendamping lainnya. Anda bisa memilih tanaman pendamping yang sesuai dengan syarat tumbuh dan karakteristik tanaman utama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau