Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Jenis Tanaman Pendamping untuk Tumpang Sari, Apa Saja?

Kompas.com, 4 Januari 2023, 16:14 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpang sari adalah pola tanam yang menempatkan dua atau lebih tanaman dalam satu lahan dan waktu yang sama. Salah satu tanaman menjadi tanaman utama dan sisanya menjadi tanaman pendamping.

Penerapan pola tanam ini bertujuan agar penggunaan lahan lebih optimal. Selain itu, dengan menggunakan pola tanam tumpang sari, maka hasil panen yang didapatkan akan lebih beragam.

Meskipun demikian, ternyata pemilihan tanaman yang hendak ditumpang sari tidak boleh sembarang. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (4/1/2023), berikut ini jenis tanaman pendamping yang cocok dibudidayakan dengan pola tanam tumpang sari.

Baca juga: Jenis-jenis Pola Tanam Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya

1. Asparagus

Ilustrasi asparagus. PEXELS/APHIWAT CHUANGCHOEM Ilustrasi asparagus.

Sayuran asparagus cocok ditanam bersama tomat sebagai tanaman utamanya. Penanaman tanaman pendamping ini bermanfaat untuk membantu pertumbuhan.

Sementara itu, asparagus tidak cocok ditanam bersama kentang dan bawang-bawangan. Hal tersebut dikarenakan, asparagus bisa menjadi inang bagi hama yang merusak tanaman kentang dan bawang.

2. Bawang-bawangan

Jenis tanaman pendamping untuk tumpang sari lainnya yaitu bawang-bawangan. Tanaman utama yang dapat dibudidayakan bersama bawang, antara lain; wortel, tomat, sayur daun, mawar, hingga tanaman buah.

Baca juga: Cara Menanam Ubi Jalar Sistem Monokultur dan Tumpang Sari

Penanaman bawang di sela-sela tanaman utama berguna untuk menghalau hama aphid, lalat, kumbang, dan penggerek batang. Meskipun demikian, bawang tidak cocok ditanam bersama kacang-kacangan.

Penanaman bawang bersama kacang-kacangan akan membuat pertumbuhan terhambat karena bakteri rhizobium sulit melekat pada bintil akar tanaman kacang.

3. Bit

Tanaman bit juga bisa dibudidayakan secara tumpang sari bersama kubis maupun bawang-bawangan. Daun bit diketahui mengandung magnesium yang berguna untuk pertumbuhan bawang dan kubis.

Sementara itu, bit kurang sesuai ditanam bersama kacang-kacangan. Hal tersebut dikarenakan tanaman kacang dan bit akan berkompetisi untuk menyerap zat karbon yang ada dalam tanah. Kondisi tersebut bisa menyebabkan pertumbuhan kedua tanaman terganggu.

Baca juga: Cara Menanam Buah Bit di Dataran Tinggi agar Hasilnya Berlimpah

4. Buncis

Tanaman sayuran ini juga bisa dibudidayakan dengan pola tumpang sari. Tanaman utama yang cocok ditanam bersama buncis yaitu jagung, bayam, bit, lobak, dan timun.

Ilustrasi tanaman buncis, menanam buncis. SHUTTERSTOCK/STEFANIE MOHR PHOTOGRAPHY Ilustrasi tanaman buncis, menanam buncis.

Buncis diketahui bisa menyediakan unsur nitrogen dalam tanah dan menghalau kumbang parasit. Di lain hal, tanaman buncis kurang cocok ditanam bersama kubis, sawi, tomat, merica, dan bawang-bawangan.

Hal tersebut dikarenakan tanaman menjadi terlalu rentang terserang patogen penyebab penyakit karena unsur hara nitrogen yang tersedia terlalu banyak.

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Buncis agar Hasilnya Menguntungkan

5. Kemangi

Jenis tanaman pendamping untuk tumpang sari lainnya yaitu kemangi. Tanaman kemangi bisa dibudidayakan bersama tomat, asparagus, dan merica.

Kemangi diketahui bisa menghalau lalat dan kumbang perusak. Selain itu, tanaman ini juga bisa menarik kupu-kupu yang dapat membantu penyerbukan dan membuat buah tomat menjadi lebih renyah dan kering.

Meskipun demikian, tanaman kemangi sebaiknya tidak ditanam bersama daun inggu Ruta graveolens dan daun saga Salvia officinalis.

Hal tersebut dikarenakan daun minggu dan saga termasuk herba yang bisa merangsang kemangi mengeluarkan minyak yang dapat mempengaruhi rasa hasil panen dari tanaman utama.

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Daun Kemangi di Halaman Rumah

Itulah sejumlah tanaman pendamping yang cocok ditanam dengan sistem tumpang sari. Selain kelima tanaman di atas, masih banyak pilihan tanaman pendamping lainnya. Anda bisa memilih tanaman pendamping yang sesuai dengan syarat tumbuh dan karakteristik tanaman utama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau