Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Budidaya Rambutan Binjai, Bisa Raup Untung Besar

Kompas.com - 09/02/2023, 11:22 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi menanam rambutan, pohon rambutan. WIKIMEDIA COMMONS/MICHAEL HERMANN Ilustrasi menanam rambutan, pohon rambutan.

Sebab, perakaran akan semakin berat menopang tanaman yang terus mendewasa, jika tidak ingin memindahkan ke tanah, Anda dapat rajin memangkasnya dengan tetap memperhatikan kesehatannya.

Lahan yang digunakan untuk menanam harus memenuhi beberapa kriteria yang sesuai agar penanaman rambutan binjai dapat berlangsung optimal.

Baca juga: 7 Penyakit yang Menyerang Pohon Rambutan dan Cara Mengendalikannya

Pastikan lahan tempat menanam rambutan binjai memiliki suhu yang berkisar antara 25 sampai 35 derajat celsius dengan curah hujan 1.500 sampai 3.000 mm per tahunnya.

Sebaiknya jangan pilih lahan yang kering. Lahan yang gambut dan subur akan memudahkan penanaman karena pohon rambutan binjai cukup sensitif.

Umumnya lebih baik jika lahan berupa lahan gambut yang masam dengan pH tanah berkisar antara 4 sampai 6,5. Anda dapat mengetesnya dengan menggunakan kertas lakmus, pH meter, ataupun indikator lainnya untuk mengecek keasaman tanah.

Selain itu, tipe tanah latosol kuning lebih disenangi.

Baca juga: Catat, Ini Cara Membasmi Ulat di Pohon Rambutan

Ukuran lubang tanah yang digunakan untuk menanam adalah 60 x 60 x 60 cm. Jika Anda ingin membuat beberapa lubang untuk penanaman dalam skala luas, maka jarak tanam harus berkisar pada angka 10 meter karena pohon akan tumbuh besar.

Pisahkan tanah galian bagian bawah dan atas dan biarkan kurang lebih selama tiga sampai empat minggu dengan tujuan untuk mematikan bakteri.

Setelah selesai menunggu, masukkan kembali sebagian tanah bagian bawah. Adapun tanah bagian atas dapat dicampur dengan pupuk organik seperti halnya pupuk kandang maupun pupuk kompos.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau