Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Budidaya Rambutan Binjai, Bisa Raup Untung Besar

Kompas.com - 09/02/2023, 11:22 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi tanaman rambutan, pohon rambutan. PIXABAY/GENGA_CLICKS Ilustrasi tanaman rambutan, pohon rambutan.

4. Perawatan

Perawatan terdiri dari beberapa cara sama seperti cara menanam tanaman lainnya, yaitu penyiraman, pemupukan, pemangkasan, penyulaman, maupun pemberantasan hama yang harus dilakukan dengan teratur.

Karena rambutan binjai merupakan tanaman yang sangat minim akan kandungan air, maka Anda harus rajin menyiramnya kecuali pada saat musim hujan.

Baca juga: Cara Budidaya Rambutan di Lahan 1 Hektar

Apabila sedang memasuki musim kemarau, maka ada baiknya Anda menyiram sebanyak satu sampai dua kali sehari untuk memastikan kandungan air cukup.

Namun, perlu diingat bahwa jangan sampai terlalu lembap, karena akan menyebabkan tanaman layu dan dapat mati.

Pastikan pH berada di kisaran yang diinginkan. Apabila pH tidak cukup asam, dapat menambahkan pupuk urea agar menambah tingkat keasaman.

Pemupukan dilakukan kurang lebih selang tiga sampai empat bulan sekali. Untuk awal penanaman, Anda cukup menggunakan pupuk organik.

Baca juga: Hama yang Sering Menyerang Pohon Rambutan dan Cara Mengendalikannya

Setelah setahun penanaman, Anda mulai dapat menambahkan pupuk KCl, TCL, dan pupuk urea dalam dosis yang sesuai dengan peraturan.

Selain itu, semakin berumur tanaman Anda, sebaiknya naikkan kadar sedikit demi sedikit namun tetap tidak berlebihan. Pemupukan hendaknya juga dilakukan di awal dan akhir musim hujan.

Pemangkasan penting apabila ada rerumputan liar yang tumbuh di sekitar pohon rambutan binjai. Ini untuk memastikan tidak ada yang mengganggu pertumbuhan ataupun bertindak sebagai benalu agar tanaman tetap sehat dan tumbuh dengan subur.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau