Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Buncis Organik, Bisa Panen 10 Kali

Kompas.com - 13/02/2023, 17:45 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Penanaman buncis

Cara menanam buncis organik yang cukup efektif yaitu dengan meletakan benih pada lubang tanpa penyemaian. Setiap lubang tanam diisi 2 benih buncis, lalu tutup dengan tanah.

Lakukan penyiraman secara rutin. Benih buncis mulai berkecambah setelah 3 sampai 7 hari setelah tanam (HST).

Perawatan tanaman

Kegiatan perawatan tanaman buncis organik meliputi; penaikan tanah, pemasangan ajir, penyiraman, dan pemupukan susulan. Kegiatan penyiraman dilakukan saat kondisi lahan sangat kering.

Baca juga: Budidaya Tanaman Kacang Panjang yang Benar, Bisa Panen Sampai 15 Kali

Setelah 2 minggu setelah tanam, naikan tanah yang ada di sekitar tanaman. Tujuannya untuk menutup akar yang keluar ke permukaan tanah.

Ilustrasi buncis. PIXABAY/JASONGILLMAN Ilustrasi buncis.

Kegiatan ini juga berguna untuk mencegah pertumbuhan gulma. Di waktu yang sama, lakukan juga pemasangan ajir sebagai tempat rambatan.

Ajir bisa dibuat dari potongan kayu atau bambu sepanjang 2 meter. Sementara itu, kegiatan pemupukan susulan baru dilakukan saat tanaman berumur 3 minggu. Berikan pupuk organik sebanyak 1 kepal per tanaman.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama maupun penyakit bisa dilakukan secara manual dengan mengambil hama atau membuang bagian yang bergejala. Selain itu, pengendalian juga bisa dilakukan dengan mengaplikasikan pestisida nabati maupun hayati.

Baca juga: Cara Menanam Kacang Panjang, Bisa Panen Setiap Minggu

Panen

Tanaman buncis bisa dipanen setelah berumur 50 hari dan bisa dipanen setiap 2 hari sekali. Cara panennya cukup dengan memotong buncis yang siap panen.

Meskipun demikian, pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati agar bunga atau bakal buah tidak rontok. Pemanenan tanaman ini bisa dilakukan sampai 10 kali.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau