Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Budidaya Timun Suri, Buah yang Banyak Dijumpai saat Ramadhan

Kompas.com, 25 Februari 2023, 11:14 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Timun suri merupakan salah satu buah yang sering dijumpai di bulan Ramadhan. Rasa buah ini segar dan enak, sehingga cocok untuk diolah menjadi takjil.

Saat bulan Ramadhan, permintaan timun suri biasanya mengalami peningkatan. Maka dari itu, banyak petani yang mulai menanam timun suri menjelang Ramadhan.

Lantas, bagaimana cara budidaya timun suri yang benar? Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (25/2/2023), simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Timun Suri agar Berbuah Banyak

1. Menyiapkan lahan

Langkah awal yang perlu dilakukan saat hendak menanam timun suri yaitu menyiapkan lahan budidaya terlebih dahulu. Lahan harus dibersihkan terlebih dahulu dari gulma, batu, maupun ranting.

Ilustrasi timun suri. SHUTTERSTOCK/DUDI ISKANDAR Ilustrasi timun suri.

Setelah itu, gemburkan tanah menggunakan cangkul dan buat bedengan dengan lebar 80 sampai 90 cm. Selain itu, buat juga parit dengan lebar antara 40 sampai 50 cm untuk mengalirkan air.

Apabila tanah terlalu asam (pH di bawah 5,5), maka perlu dilakukan pengapuran menggunakan kapur pertanian atau dolomit. Selain pengapuran, berikan juga pupuk dasar dari pupuk organik seperti kompos maupun pupuk kandang.

Baca juga: Cara Menanam Timun agar Berbuah Lebat

2. Menyiapkan bibit

Bibit timun suri bisa didapatkan dengan cara menyemai benih timun suri yang diperoleh dari biji buah timun suri atau membeli benih siap tanam di toko pertanian. Setelah mendapatkan benih terbaik, langkah berikutnya yaitu menanam benih dalam polybag semai yang sudah berisi campuran tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 2:1.

3. Menanam bibit

Setelah bibit tumbuh, langkah berikutnya yaitu menanam bibit tersebut di bedengan. Cara menanam timun suri diawali dengan membuat lubang tanam dengan jarak 70 sampai 80 cm.

Kemudian, tanam bibit dalam lubang tanam dan tutup kembali dengan tanah. Siram sampai lahan lembap.

4. Penyiraman

Penyiraman dilakukan agar kebutuhan air tercukupi, terutama saat musim kemarau. Meskipun demikian, penyiraman dilakukan secukupnya saja.

Ilustrasi timun suri. SHUTTERSTOCK/HEBLY FAUZAN Ilustrasi timun suri.

5. Penyulaman

Penyulaman merupakan kegiatan mengganti tanaman yang mati atau pertumbuhannya tidak normal. Kegiatan penyulaman maksimal saat tanaman berumur 10 hari setelah tanam (HST).

Baca juga: Cara Menanam Timun Jepang agar Panennya Melimpah

6. Penyiangan

Penyiangan adalah kegiatan membersihkan gulma yang tumbuh di bedengan tanam. Penyiangan bisa dilakukan secara manual atau dengan menyemprotkan herbisida.

7. Pemupukan

Pemberian pupuk dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selama musim tanam, setidaknya berikan pupuk sebanyak 5 kali yakni saat tanaman berumur 10 HST, 17 HST, 24 HST, 31 HST, dan 40 HST.

Pupuk bisa diberikan dengan cara dikocor atau ditabur. Sementara itu, jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk NPK.

Baca juga: Jenis Pupuk untuk Timun agar Berbuah Lebat

8. Panen

Timun suri biasanya mulai dipanen saat tanaman berumur 60 sampai 70 HST. Timun suri yang siap panen memiliki tangkai buah yang mengering sehingga buah mudah dilepas.

Dalam satu kali penanaman, tanaman timun suri bisa dipanen 10 hingga 15 kali. Pemanenan bisa dilakukan secara bertahap tergantung dengan kondisi lahan dan perawatan tanaman.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Varietas Tanaman
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Varietas Tanaman
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Varietas Tanaman
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Berita
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Berita
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Berita
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Berita
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Berita
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Berita
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Berita
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Berita
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Berita
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Berita
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Varietas Tanaman
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau