Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Tips Menanam Kemangi di Rumah agar Daunnya Besar

Kompas.com, 17 Maret 2023, 21:58 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemangi adalah salah satu tanaman herbal yang banyak digunakan sebagai penambah rasa dan aroma masakan. Kemangi dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun dicampurkan dalam bumbu masakan.

Ada banyak alasan mengapa menanam kemangi di rumah adalah ide yang bagus untuk dilakukan. Pertama, kemangi adalah tanaman herbal yang mudah tumbuh, baik di dalam maupun luar ruangan.

Kedua, kemangi bisa menjadi tambahan yang luar biasa untuk berbagai macam resep masakan. Kemangi kaya akan minyak esensial yang telah terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk mengurangi peradangan, melawan infeksi bakteri, dan meningkatkan pencernaan yang sehat.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Kemangi dari Biji

Ilustrasi menanam tanaman kemangi, Ilustrasi tanaman kemangi.Shutterstock/aprilante Ilustrasi menanam tanaman kemangi, Ilustrasi tanaman kemangi.

Dikutip dari Balcony Garden Web, Jumat (17/3/2023), berikut beberapa tips menanam kemangi di rumah agar daunnya besar.

1. Pilih lokasi terbaik

Kemangi membutuhkan setidaknya enam jam sinar matahari penuh setiap hari untuk berkembang dan menghasilkan daun yang besar dan beraroma.

Jika Anda menanam kemangi di dalam ruangan, letakkan tanaman di ambang jendela yang cerah agar dapat menerima sinar matahari yang cukup. Pastikan Anda tidak menyimpan tanaman di tempat teduh.

2. Gunakan jenis tanah yang tepat

Jenis tanah yang ideal untuk menanam kemangi agar daunnya besar adalah tanah yang menyerap air dengan baik yang kaya akan bahan organik. Kemangi lebih menyukai kisaran pH tanah yang sedikit asam antara 6,0 hingga 7,0.

Baca juga: Ketahui, 5 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan

Media tanam yang baik untuk menanam kemangi harus gembur, berpori, dan rapuh, dengan drainase yang baik untuk mencegah genangan air.

Menggunakan media tanam berkualitas tinggi dengan tambahan perlit, vermikulit, atau pasir kasar dapat meningkatkan drainase dan aerasi tanah, yang akan membantu pertumbuhan daun kemangi yang lebih besar.

Hindari tanah lempung berat yang dapat menjadi padat dan menahan air, sehingga menyebabkan pertumbuhan daun yang buruk.

Ilustrasi tanaman kemangi.Shutterstock/pilipphoto Ilustrasi tanaman kemangi.

3. Beri jarak tanam

Menempatkan tanaman kemangi dengan benar merupakan faktor penting untuk memastikan daun tumbuh besar dan sehat.

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Daun Kemangi di Halaman Rumah

Tanaman kemangi membutuhkan ruang yang cukup untuk tumbuh dan mengembangkan sistem akar yang kuat, yang pada gilirannya membantu mendukung pertumbuhan daun yang besar dan beraroma.

Pastikan tanaman memiliki cukup ruang untuk tumbuh dan menyebar dengan menjauhkannya setidaknya 10 sampai 12 inci dari jendela, dinding, atau tanaman lain.

4. Gunakan pot yang tepat

Jika Anda menanam kemangi di pot, pilih pot dengan lebar dan kedalaman minimal 10 inci untuk memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh.

Menanam kemangi di pot yang terlalu kecil akan membatasi pertumbuhannya, yang akan memengaruhi ukuran daun.

Baca juga: Cara Menanam Kemangi dari Batang, Mudah dan Bisa Di Lahan Sempit

5. Gunakan pupuk yang tepat

Pupuk yang seimbang dan larut dalam air dengan rasio 10-10-10 atau 20-20-20 sangat bagus untuk memperbesar ukuran daun kemangi. Encerkan menjadi setengah kekuatannya dan gunakan sekali dalam tiga hingga empat minggu.

Berhati-hatilah untuk tidak memberi pupuk secara berlebihan, karena hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan mengorbankan ukuran daun.

Selain itu, Anda dapat menambahkan sedikit kompos atau pupuk kandang ke tanah untuk memberi nutrisi ekstra pada tanaman kemangi.

Ilustrasi tanaman kemangi. Pixabay/ MetsikGarden Ilustrasi tanaman kemangi.

6. Hindari menyiram daun

Penting untuk menghindari menyiram daun secara langsung jika ingin daun kemangi sehat dan besar. Alih-alih, sirami tanah di sekitar pangkal tanaman untuk memastikan akar menerima kelembapan yang cukup.

Baca juga: Cara Menanam Nanas Madu di Halaman Rumah, Bisa Pakai Pot atau Polybag

Menyiram daun dapat menyebabkan penyakit jamur dan merusak permukaan halus daun. Dengan perawatan yang tepat, tanaman kemangi dengan daun besar dan beraroma akan menghasilkan panen yang melimpah.

7. Pengendalian hama dan penyakit

Kemangi rentan terhadap berbagai hama, seperti kutu daun, tungau laba-laba, dan lalat putih, yang dapat merusak daun dan menghambat pertumbuhan.

Untuk mencegah serangan hama, jaga agar area di sekitar tanaman kemangi bebas dari kotoran dan gulma, dan pastikan untuk menyirami tanah dan bukan daunnya.

Jika Anda melihat hama, coba hilangkan dengan tangan atau gunakan sabun insektisida.

Baca juga: Cara Menanam Pepaya di depan Rumah agar Berbuah Banyak

Selain hama, kemangi juga bisa terkena penyakit seperti infeksi jamur yang bisa menyebabkan daun layu dan menguning. Untuk mencegah penyakit jamur, hindari tanaman yang terlalu padat, berikan sirkulasi udara yang baik, dan hindari penyiraman daun.

Jika Anda melihat tanda-tanda penyakit, buang daun yang terserang dan pertimbangkan untuk menggunakan fungisida.

Dengan mengambil langkah-langkah pengendalian hama dan penyakit, Anda dapat memastikan bahwa tanaman kemangi menghasilkan daun yang besar dan sehat.

8. Jangan terlalu sedikit memberi air

Hindari menyiram tanaman kemangi terlalu sedikit. Tanah yang terlalu kering menipu tanaman untuk berpikir bahwa ia akan menyelesaikan hidupnya, dan kemudian mulai menghasilkan lebih banyak biji.

Ilustrasi tanaman kemangi. PIXABAY/RAJESH BALOURIA Ilustrasi tanaman kemangi.

Tanaman kemangi yang menumbuhkan bunga kemudian akan menggunakan seluruh energinya untuk mengembangkan bunga, yang akan menghasilkan daun yang lebih kecil.

Baca juga: Cara Menanam Terong Hijau agar Pertumbuhannya Maksimal

Sama pentingnya untuk tidak menyirami tanaman secara berlebihan karena juga akan menghasilkan daun yang lebih kecil. Sirami tanaman ketika tanah lapisan atas terasa agak kering.

9. Pangkas tanaman

Pemangkasan daun atau bunga yang layu atau kering penting untuk membantu mereka menghasilkan daun yang lebih baik dan lebih besar.

Hapus bunga yang layu atau kering dari tanaman dengan mencubit atau memotongnya. Ini mendorong tanaman untuk memfokuskan energinya pada produksi daun daripada bunga.

Jika tanaman dibiarkan menghasilkan bunga, daunnya bisa menjadi lebih kecil, dan rasanya bisa menjadi lebih lemah. Ini juga membantu menjaga tanaman kemangi terlihat rapi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau