Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Jenis Sayuran Baby yang Cepat Panen dan Harganya Mahal

Kompas.com - 08/04/2023, 10:44 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

 

6. Baby kedelai

Ternyata kedelai menjadi salah satu sayuran baby cukup diminati. Baby kedelai dikenal juga dengan nama katel yang biasanya dipanen saat umur 4 hingga 5 hari. Sayuran ini berupa kecambah berwarna hijau dengan panjang hanya 5 sampai 10 cm.

Sayuran baby kubisShutterstock/Kritchai7752 Sayuran baby kubis

7. Baby kubis

Sayuran kubis mini terbagi atas baby kubis putih dan baby kubis ungu atau merah. Sayuran baby kubis putih memiliki warna putih bersih dengan diameter hanya 5 sampai 6 cm.

Sementara itu, baby kubis ungu atau merah memiliki ungu tua secara keseluruhan dengan ukuran yang sama seperti baby kubis putih.

Baca juga: Cara Budidaya Kubis dari Biji yang Benar

8. Baby lobak

Jenis sayuran baby ini berbentuk bulat panjang dengan kulit dan daging buahnya berwarna putih bersih. Tekstur sayuran ini garing dengan bentuk ujung sampai ke pangkalnya sama.

Diameter sayuran ini hanya 0,7 sampai 0,9 cm dan panjang 4 hingga 5 cm.

9. Baby mentimun

Baby mentimun acal lokal memiliki warna putih kehijauan dengan panjang 8 sampai 10 cm dan diameter 2 hingga 2,5 cm. Sedangkan baby mentimun jepang berwarna hijau tua rata dengan panjang 10 sampai 11 cm dan diameter 2,5 hingga 3 cm.

10. Baby pakcoy

Baby pakcoy memiliki batang daun berwarna putih dengan daun berwarna hijau tua. Tekstur daunnya rata, panjang dari pangkal batang sampai ke ujung daun sekitar 10 hingga 12 cm.

Baca juga: Cara Budidaya Pakcoy di Polybag, Mudah dan Cepat Panen

Itulah 10 sayuran baby yang bisa Anda tanam di kebun. Selain cepat panen, sayuran tersebut juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau