Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Merawat Aglonema agar Tumbuh dengan Cantik

Kompas.com, 29 April 2023, 07:27 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Aglonema termasuk salah satu tanaman hias yang populer di Indonesia. Tanaman ini memiliki sekitar 40 spesies yang berbeda. Di alam liar, aglonema tumbuh di daerah hutan yang lembap dengan kondisi sinar matahari yang terbatas.

Tanaman aglonema banyak dicari karena memiliki daun yang indah dengan warna dan bentuk yang beragam. Terdapat aglonema yang memiliki daun berbentuk bulat dengan warna hijau tua, dan ada pula yang memiliki daun lebih besar dan berwarna merah atau kuning.

Pola dan corak yang terdapat pada daunnya juga sangat unik, seperti bintik-bintik putih atau garis-garis yang halus. Dengan keindahannya, aglonema menjadi salah satu tanaman hias yang sangat diminati di Indonesia.

Baca juga: Cara Mengatasi Busuk Akar dan Daun Aglonema

Akan tetapi, untuk menghasilkan tanaman aglonema yang sehat dan berumur panjang, perlu dilakukan perawatan secara rutin. Dikutip dari Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Sabtu (29/4/2023), berikut tips merawat aglonema agar tumbuh dengan baik.

1. Pemberian air secara teratur

Setiap tanaman membutuhkan air untuk kehidupannya, tidak terkecuali aglonema. Air digunakan oleh tanaman dalam proses fotosintesis untuk membuat makanan.

Ilustrasi tanaman hias aglonema siam aurora. SHUTTERSTOCK/NOYPB Ilustrasi tanaman hias aglonema siam aurora.

Pemberian air sebaiknya dilakukan secara teratur dan sesuai kebutuhan tanaman. Apabila air yang diberikan terlalu banyak, dapat menyebabkan akar tanaman menjadi busuk.

2. Pembersihan rumput liar disekitar tanaman

Walaupun tidak pernah ditanam, rumput liar akan tumbuh dimanapun lokasinya. Biasanya hal ini karena biji atau akar terbawa oleh angin maupun tercampur pada media tanaman.

Baca juga: Cara Menanam Bonggol Aglonema agar Pertumbuhannya Bagus

Pembersihan rumput liar harus dilakukan secara cepat, sebelum semakin banyak dan sulit dikendalikan. Cabut rumput liar sampai ke akarnya, supaya tidak tumbuh lagi.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau