Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Daun Kemangi Layu? Ini 7 Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kompas.com - 02/05/2023, 10:16 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi tanaman kemangi. Pixabay/ MetsikGarden Ilustrasi tanaman kemangi.

Penyakit lain yang dapat menyebabkan layu daun kemangi adalah layu fusarium, yang disebabkan oleh jamur patogen tular tanah. Penyakit jamur ini menyerang akar tanaman sehingga menyebabkan pertumbuhannya lambat, menjadi kerdil dan layu.

Baca juga: Penyebab Tanaman Terong Layu dan Cara Mengatasinya

Garis-garis coklat pada batang, perubahan warna jaringan batang bagian dalam, batang dengan penampilan bengkok, dan daun yang tiba-tiba rontok merupakan gejala penyakit layu fusarium.

Singkirkan semua daun dan tanaman yang terkena. Sayangnya, setelah tanah terinfeksi layu fusarium, tidak ada obatnya dan tanaman kemangi perlu dihancurkan.

Tanah dapat mengandung patogen selama bertahun-tahun, jadi sebaiknya menanam kemangi di tanah baru.

Tanaman kemangi juga rentan terhadap busuk akar yang disebabkan oleh jamur yang menyerang akar tanaman kemangi jika terlalu basah. Tanaman kemangi akan mulai layu dan daunnya akan menguning lalu coklat sebelum akhirnya rontok dari tanaman.

Baca juga: Gejala dan Cara Mengendalikan Penyakit Layu pada Nanas

Biarkan tanah benar-benar kering sebelum disiram lagi. Cara terbaik untuk mencegah kemangi terkena busuk akar adalah dengan menyiraminya hanya saat tanah kering.

Bercak daun adalah penyakit lain yang bisa menjadi penyebab layu daun kemangi. Penyakit ini disebabkan oleh jamur atau bakteri yang menyerang daun tanaman kemangi.

Daun akan mengembangkan bintik-bintik hitam atau coklat pada mereka dan akhirnya layu dan rontok tanaman.

Buang semua daun yang terkena dan hancurkan. Pastikan untuk menyirami pangkal tanaman untuk mencegah timbulnya bercak daun.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau