Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Daun Kemangi Layu? Ini 7 Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kompas.com - 02/05/2023, 10:16 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi menanam tanaman kemangi, Ilustrasi tanaman kemangi.Shutterstock/aprilante Ilustrasi menanam tanaman kemangi, Ilustrasi tanaman kemangi.

Solusi dari masalah ini adalah dengan memberikan waktu bagi tanaman kemangi untuk menyesuaikan diri dengan lokasi barunya. Anda dapat melakukan ini dengan membiasakan tanaman secara perlahan dengan lingkungan barunya.

Misalnya, jika Anda memindahkan tanaman kemangi ke luar ruangan, mulai dengan meletakkannya di tempat yang mendapat sinar matahari parsial selama seminggu dan kemudian memindahkannya ke tempat dengan paparan sinar matahari penuh.

Baca juga: Perbedaan Penyakit Layu Fusarium dan Layu Bakteri pada Tanaman Cabai

Jika Anda memindahkan kemangi ke dalam pot baru, pastikan potnya sedikit lebih besar dari pot lama dan tanahnya memiliki drainase yang baik. Terakhir, pastikan tanah tetap lembap secara konsisten.

Diperlukan waktu beberapa minggu untuk tanaman kemangi yang murung untuk pulih dari syok transplantasi, jadi bersabarlah dan jangan memupuk tanaman kemangi selama ini.

Cara mencegah daun kemangi layu

Cara terbaik untuk mencegah daun kemangi layu adalah dengan memberi perawatan yang tepat yang dibutuhkannya. Ini termasuk menanam kemangi di tanah yang berdrainase baik, menjaga tanah tetap lembab, dan memupuk tanaman kemangi.

Selain itu, Anda perlu memastikan tanaman kemangi memiliki cukup cahaya. Kemangi membutuhkan setidaknya enam jam sinar matahari sehari.

Baca juga: Mengenal Penyakit Layu pada Tanaman Cabai dan Cara Mengatasinya

Jika tanaman kemangi tidak mendapat cukup cahaya, daunnya akan mulai menguning dan kemudian coklat sebelum waktunya rontok.

Anda juga perlu melindungi tanaman kemangi dari suhu ekstrem. Kemangi adalah tanaman tropis dan tidak menyukai perubahan suhu yang tiba-tiba.

Jika daun kemangi layu, bisa jadi karena suhu turun secara tiba-tiba atau terlalu panas.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau