Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Melon Madu Lengkap dengan Perawatannya

Kompas.com, 14 Mei 2023, 16:11 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Budidaya tanaman menggunakan green house kini semakin marak dilakukan. Teknik pertanian modern ini dinilai lebih menguntungkan dan mudah dilakukan dibandingkan budidaya tanaman di lahan terbuka.

Ada banyak jenis tanaman yang bisa ditanam di dalam green house, salah satu melon madu. Cara menanam melon madu di green house secara umum sama seperti di kebun, namun ada beberapa teknik yang berbeda.

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, berikut ini penjelasan selengkapnya. 

Baca juga: Cara Menanam Melon dari Biji, Bisa Ditanam di Polybag

1. Pembuatan greenhouse

Greenhouse dapat dibuat dari kerangka berbahan bambu, besi maupun baja ringan, setiap bahan memiliki keunggulan dan harganya masing-masing. Atap yang digunakan berasal dari plastik UV, supaya lebih awet dan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Ilustrasi budidaya melon dalam greenhouseShutterstock/R.NITHAT Ilustrasi budidaya melon dalam greenhouse

Insect net pada bagian samping greenhouse bertujuan untuk menghalau hama penyakit yang datang menyerang tanaman melon.

2. Benih unggul berkualitas

Melon madu merupakan salah satu jenis buah melon premium. Pemilihan benihnya perlu diperhatikan secara hati-hati.

Pemilihan benih yang sembarangan, dapat menyebabkan penurunan hasil dan kualitas buah. Pastikan benih melon madu yang Anda pilih memiliki informasi seperti jenis benih, berat, kemurnian, potensi hasil, dan izin edar pada kemasannya.

Baca juga: Cara Budidaya Melon Golden di Lahan Sempit

3. Penyemaian benih

Penyemaian benih sebaiknya dilakukan sebelum penanaman, untuk meningkatkan persentase tanaman yang hidup. Berikut ini langkah-langkah penyemaian yang dapat Anda lakukan:

  • Siapkan alat dan bahan seperti nampan, rockwool, pisau, pinset, dan sprayer.
  • Potong rockwool menjadi beberapa bagian dengan ukuran 2 x 2 cm.
  • Letakan pada nampan yang sudah disediakan.
  • Lubangi rockwool sedikit menggunakan pinset.
  • Ambil dan letakan benih melon madu pada rockwool menggunakan pinset.
  • Basahi rockwool menggunakan sprayer secara rutin.

4. Media tanam

Media tanam yang digunakan pada cara menanam melon di greenhouse yaitu media tanam yang memiliki bobot ringan dan dapat menyimpan air. Serabut kelapa atau cocopeat dan sekam bakar merupakan media cocok untuk menanam melon madu.

Kedua media tanam ini mudah ditemukan dan harganya juga cukup murah. Setelah itu, masukkan media tanam tersebut ke dalam plastik polybag.

5. Pemasangan irigasi tetes

Pemberian air dan nutrisi dilakukan secara bersamaan menggunakan irigasi tetes. Cara ini disebut juga dengan sistem fertigasi.

Sistem ini sangat efektif dan efisien, karena tidak memerlukan tenaga manusia yang banyak. Tak hanya itu, nutrisi juga dapat diberikan sesuai dosis yang dibutuhkan oleh tanaman secara terus menerus.

Baca juga: 7 Tahap Budidaya Melon Hidroponik dari Persemaian sampai Panen

Ilustrasi pohon melon, menanam melon, cara menanam melon.SHUTTERSTOCK/BACKGROUND ALL Ilustrasi pohon melon, menanam melon, cara menanam melon.

6. Penanaman

Cara menanam melon madu di green house sangat mudah. Buatlah lubang tanam pada media tanam sedalam 3 sampai 5 cm.

Masukan bibit melon madu ke dalam lubang tanam, sekaligus dengan rockwoolnya. Setelah itu, tutup lubang tanam menggunakan tanah sampai pangkal batang dan lakukan perawatan secara rutin.

7. Perambatan

Tanaman melon tumbuh dengan cara merambat dan buahnya menggantung. Perambatan perlu untuk dilakukan secara rutin, supaya tanaman melon tidak tumbuh ke berbagai arah. Rambatan bisa terbuat dari bambu atau tali yang digantung.

8. Pruning bunga

Teknik ini bertujuan untuk mendapatkan bakal bunga yang paling sesuai untuk dijadikan buah melon madu yang berkualitas tinggi. Biasanya bunga yang dibiarkan berkembang berada di pangkal 6 sampai 12. Diluar pangkal atau ruas tersebut, bunga dibuang.

Baca juga: 8 Cara Merawat Tanaman Melon di Musim Hujan

9. Polinasi

Polinasi atau penyerbukan merupakan kegiatan menempelkan serbuk benang sari pada kepala putik. Hal ini dikarenakan benang sari dan kepala putik pada tanaman melon letaknya berbeda dan cukup berjauhan. Oleh karena itu, perlu dilakukan polinasi secara manual.

10. Pencegahan serangan hama penyakit tanaman

Salah satu keunggulan budidaya di dalam greenhouse yaitu dapat mencegah serangan hama dan penyakit. Greenhouse yang tertutup rapat, membuat hama penyakit sulit masuk, sehingga ruangan tetap terjaga kondisinya. Akan tetapi, pencegahan tetap perlu dilakukan dengan memasang perangkap seperti yellow trap di dalam greenhouse.

11. Pemanenan

Tanaman melon madu di greenhouse dapat dipanen pada umur 60 hingga 70 hari. Pada dataran tinggi, umur panen semakin panjang yakni mencapai 70 hingga 90 hari, karena faktor suhu dan penyinaran matahari.

Buah yang siap dipanen memiliki ciri-ciri, ukuran besar dan kulit buah warna kuning. Cara panen melon yaitu dengan memotong buah dari tangkainya. Kemudian kumpulkan ke dalam menggunakan keranjang buah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau