Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketahui Syarat Tumbuh Kentang agar Panennya Melimpah

Kompas.com, 20 Mei 2023, 19:48 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kentang merupakan tanaman hortikultura yang penting karena memiliki nilai jual cukup tinggi. Meskipun demikian, untuk mendapatkan kentang bernilai jual tinggi, teknik budidayanya harus dilakukan dengan baik.

Salah satunya dengan memperhatikan syarat tumbuh kentang. Kesesuaian antara kondisi lingkungan dengan syarat tumbuh tanaman kentang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman ini.

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, berikut beberapa syarat pertumbuhan tanaman kentang yang harus dipenuhi.

Baca juga: Cara Menanam Kentang yang Benar agar Umbinya Besar

Kondisi tanah dan ketinggian tempat

Tanaman kentang akan tumbuh dengan baik pada tanah ringan yang mengandung sedikit pasir namun tinggi bahan organik. Biasanya, tanaman kentang dikembangkan di lahan berlempung karena akan menghasilkan umbi kentang yang tinggi karbohidrat dan rasanya enak.

Ilustrasi kentang, menanam kentang.SHUTTERSTOCK/NEDNAPA Ilustrasi kentang, menanam kentang.

Sementara itu, ketinggian tempat yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman ini yaitu antara 800 sampai 1500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jika ditanam di lahan dengan ketinggian di bawah 500 mdpl, pertumbuhan dan produktivitasnya tidak maksimal. Hal tersebut juga akan terjadi saat tanaman kentang ditanam pada ketinggian di atas 2000 mdpl.

Faktor iklim

Beberapa faktor iklim yang mempengaruhi pertumbuhan kentang antara lain suhu udara, curah hujan, kelembapan, sinar matahari, dan angin. Tanaman kentang memerlukan suhu yang dingin antara 15 sampai 22 derajat Celcius (optimumnya 18 hingga 20 derajat Celcius) dan kelembapan 80 sampai 90 persen.

Baca juga: Masukkan 8 Bahan Ini ke Lubang Tanam Kentang agar Buahnya Besar

Tanaman kentang juga membutuhkan air dalam jumlah banyak terutama saat memasuki fase pembungaan. Namun, apabila hujan lebat dan terus menerus, tanaman ini juga berisiko rusak.

Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan kentang antara 2000 sampai 3000 mm/tahun. Tanaman kentang juga memerlukan penyinaran matahari sekitar 60 hingga 80 persen untuk membantu proses fotosintesis.

Panjang hari

Panjang hari atau lamanya penyinaran matahari juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pada fase pembentukan umbi, tanaman kentang memerlukan hari pendek atau matahari bersinar kurang dari 10 jam perhari.

Namun saat pembentukan bunga, tanaman kentang memerlukan hari panjang (penyinaran 14 jam sehari).

Baca juga: Cara Memperbanyak Umbi Kentang

pH tanah

Tanaman kentang akan tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5 sampai 5,5. Tanah yang asam akan membuat tanaman kekurangan unsur Mg keracunan Mn.

Selain itu, tanaman juga akan lebih mudah terserang nematoda. Sementara itu, Ph yang terlalu basa atau di atas 7, akan membuat tanaman keracunan unsur K dan umbinya mudah terkena penyakit kudis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau