Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Cara Mencegah Buah Tomat Retak dan Pecah di Pohon

Kompas.com - 16/06/2023, 22:25 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Ilustrasi menyiram tanaman tomat. SHUTTERSTOCK/WERTINIO Ilustrasi menyiram tanaman tomat.

Teknik penyiraman yang tepat sangat penting untuk menjaga tingkat kelembapan yang konsisten. Misalnya, penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan tomat terlalu lembek dan bengkak, membuatnya lebih rentan retak.

Di sisi lain, penyiraman yang terlalu sedikit menyebabkan buah tomat menjadi kering dan lebih rentan terhadap retak akibat stres. Salah satu teknik yang efektif adalah menyiram dalam-dalam tetapi jarang.

Baca juga: 9 Tanaman yang Tidak Boleh Ditanam Berdekatan dengan Tanaman Tomat

Alih-alih memberi tanaman tomat penyiraman yang dangkal dan sering, berikan perendaman menyeluruh sekali atau dua kali seminggu. Ini memungkinkan air menembus jauh ke dalam tanah, mendorong akar tumbuh lebih dalam untuk mencari kelembapan.

Penyiraman yang dalam mendukung sistem akar yang kuat dan membantu tanaman menahan periode kering tanpa tekanan yang tidak semestinya.

2. Tambahkan mulsa

Dengan menerapkan lapisan mulsa organik di sekitar pangkal tanaman tomat, Anda dapat menciptakan lingkungan yang mendukung yang membantu mengatur kelembapan tanah, suhu, dan pertumbuhan gulma, serta mengurangi risiko kerusakan buah.

Mulsa bertindak sebagai penghalang antara bumi dan atmosfer, mengurangi penguapan air dan mempertahankan tingkat kelembapan tanah yang lebih konsisten.

Baca juga: Cara Pakai Trichoderma Sp untuk Atasi Layu Fusarium Tanaman Tomat

Hal ini sangat penting selama kondisi cuaca yang berfluktuasi, seperti cuaca panas dan kering yang diikuti oleh hujan lebat.

Mulsa juga bertindak sebagai lapisan isolasi, memoderasi suhu tanah. Di iklim panas, ini membantu menjaga agar tanah tetap dingin, mencegah tomat menjadi terlalu panas, yang dapat menyebabkan keretakan buah.

Di sisi lain, menggunakan mulsa dapat membantu menjaga kehangatan di area yang lebih dingin, menghasilkan suhu optimal yang konsisten yang mendorong pertumbuhan. Selain itu, mulsa menekan pertumbuhan gulma dengan menghalangi sinar matahari.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau