Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Fungisida Organik dari Kunyit, Lengkuas, dan Jahe

Kompas.com, 21 Juni 2023, 11:48 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Fungisida adalah jenis pestisida yang digunakan untuk mengendalikan jamur patogen tanaman. Jika dilihat dari bahan pembuatannya, fungisida terbagi atas fungisida kimia atau sintesis dan fungisida alami atau organik.

Jenis fungisida yang banyak dijumpai di pasaran yaitu fungisida kimia. Fungisida ini efektif untuk mengendalikan jamur patogen dalam waktu singkat.

Sayangnya, penggunaan yang berlebihan bisa menimbulkan dampak negatif seperti; menyebabkan resistensi, merusak air dan tanah, merusak tanaman, hingga mengganggu kesehatan manusia. Menyadari dampak negatif yang dapat ditimbulkan, kini mulai banyak petani yang beralih ke jenis fungisida organik.

Baca juga: 10 Cara Membuat Fungisida Alami untuk Tanaman, Pakai Susu hingga Cuka

Sesuai dengan namanya, fungisida ini terbuat dari bahan organik atau alami sehingga relatif lebih aman. Tak hanya itu efektivitas fungisida ini juga cukup bagus jika diaplikasikan dengan tepat.

Ilustrasi kunyit, salah satu bahan alami yang bisa diolah menjadi fungisida organikstevepb Ilustrasi kunyit, salah satu bahan alami yang bisa diolah menjadi fungisida organik

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat fungisida organik juga mudah dijumpai. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (21/6/2023), beberapa bahan yang dapat digunakan untuk membuat fungisida organik, antara lain; kunyit, lengkuas, dan jahe.

Ketiganya bisa digunakan secara bersamaan dengan perbandingan 1:1:1. Bagaimana cara membuatnya? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Cara mengolah bahan alami menjadi fungisida

Cara membuat fungisida organik sebenarnya sangat mudah. Setelah semua bahan tersedia, haluskan bahan-bahan tersebut.

Anda bisa menambahkan sedikit air agar teksturnya tidak terlalu kental. Kemudian, saring bahan-bahan tersebut sampai mendapatkan larutan dari ketiga bahan tersebut. Larutan fungisida organik tersebut sudah bisa diaplikasikan ke tanaman.

Baca juga: Cara Membuat Fungisida Alami, Mudah dan Murah

Cara menggunakan fungisida organik ke tanaman

Setelah proses pembuatan selesai, fungisida organik bisa langsung diaplikasikan ke tanaman. Cara aplikasinya cukup dengan mengambil 2 hingga 3 sendok makan larutan fungisida, lalu campurkan dengan air sebanyak 1 tangki sprayer.

Aduk sampai larutan fungisida tercampur dengan air. Kemudian, semprotkan ke seluruh bagian tanaman. Aplikasi fungisida ini bisa menjadi upaya pencegahan agar tanaman tidak terserang jamur patogen penyebab penyakit tanaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau