Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Pembrongsongan Buah Pisang untuk Mencegah Serangan Lalat Buah

Kompas.com, 18 Juli 2023, 13:56 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Buah pisang yang masih di pohon rawan terserang lalat buah. Serangan hama ini bisa meninggalkan bekas berkerak pada kulit buah.

Kondisi tersebut akan membuat penampilan buah tidak menarik dan kualitasnya menurun. Untuk mencegah serangan hama tersebut, sebaiknya lakukan pembrongsongan atau pembungkusan buah pisang dengan kantong plastik.

Lantas, bagaimana cara pembrongsongan buah pisang di pohon? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Baca juga: 10 Jenis Buah Pisang yang Tumbuh di Indonesia, Apa Saja?

Bahan dan alat pembrongsongan buah pisang

Dikutip dari Repositori Kementerian Pertanian, Selasa (18/7/2023), bahan pembrongsongan buah pisang yaitu kantong plastik biru tipis atau tembus pandang. Panjang plastik tersebut yaitu 75 hingga 100 cm dan kelilingnya 150 cm.

Ilustrasi pisang, pohon pisang.SHUTTERSTOCK/BOKEH BLUR BACKGROUND Ilustrasi pisang, pohon pisang.

Ukuran tersebut bisa disesuaikan dengan ukuran buah pisang. Plastik harus bisa membungkus tandan pisang. Namun, kantong plastik bagian atas dan bawah harus terbuka dan pada dinding kantung dibuat lubang sebagai ventilasi.

Sementara itu, alat pembrongsongan yaitu kerangka dan tangkai. Kerangka terbuat dari besi diameter 5 mm dan tangkai dari pipa besi berdiameter ¾ ichi dan panjang 1,5 m.

Sambungan antara tangkai dan kerangka membentuk sudut 45 hingga 30 derajat untuk mempermudah pembrongsongan. Selain itu, dibutuhkan juga tali plastik atau tali rafia untuk mengikat kantong plastik ke tandan pisang.

Baca juga: 5 Perawatan Pisang Mas Kirana agar Produktivitasnya Maksimal

Cara membrongsong buah pisang

Setelah alat dan bahan tersedia, langkah selanjutnya yaitu pembrongsongan buah pisang dengan cara seperti berikut:

  1. Siapkan kantong plastik dan lubangi pada salah satu sisi. Jarak antara lubang 10 cm dari bibir lubang kantung dan 5 cm dari tepi kiri.
  2. Masukkan tali lewat lubang tersebut dan bagian ujungnya dibuat simpul.
  3. Ujung tali satunya dimasukkan ke lubang simpul tali tersebut.
  4. Setelah itu, bibit plastik digulung sedikit hingga menutupi lubang plastik.
  5. Selanjutnya letakkan kerangka alat.
  6. Pilih tandan pisang yang henda dibrongsong. Kegiatan pembrongsongan dilakukan saat kelopak bunga pertama mulai membuka.
  7. Kemudian, dengan menggunakan alat tersebut kantong plastik dijulurkan ke atas hingga kantong plastik membungkus seluruh tandan.
  8. Terakhir, lepaskan plastik dari alat dan tali yang menjuntai ke bawah ditarik agar plastik terikat pada tangkai tandan pisang.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Menjaga Denyut Kakao Sulawesi
Varietas Tanaman
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Menjaga Masa Depan Karet Indonesia
Varietas Tanaman
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Strategis Pengembangan Industri Gambir
Varietas Tanaman
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Asa Pohon Mete di Tanah Gersang
Varietas Tanaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Belajar dari Sukun Kukus: Menguatkan Ketahanan Pangan lewat Keanekaragaman
Varietas Tanaman
Halusinasi Negara Agraris
Halusinasi Negara Agraris
Tips
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Waktunya Jujur: Petani Butuh Fakta, Bukan Ilusi Statistik
Tips
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Jangan Korbankan Teh: Investasi Hijau untuk Masa Depan
Varietas Tanaman
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Mengungkap Potensi Kedawung yang Terabaikan
Varietas Tanaman
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor
Varietas Tanaman
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Tanaman Penyelamat Lingkungan: Mencegah Banjir dan Longsor
Varietas Tanaman
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Potensi Sabut Kelapa yang Masih Terbuang
Varietas Tanaman
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Pelajaran Swasembada Gula Nasional
Varietas Tanaman
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Mengandaikan Generasi Z Menjadi Agripreneurship
Tips
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Transformasi Kelapa: Dari Komoditas Tradisional ke Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau