Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Brokoli untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

Kompas.com, 27 Juli 2023, 21:01 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Brokoli adalah salah satu tanaman sayuran hijau populer yang serbaguna dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Brokoli dapat diolah menjadi sup, tumis, hingga jus.

Dilansir laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Kamis (27/7/2023), Ada banyak kandungan gizi yang ada dalam brokoli. Kadarnya pun dirasa cukup untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan harian dari gizi tersebut.

Brokoli mengandung berbagai vitamin, mulai dari vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, C, D, E, dan K. Kadar vitamin A dan K dalam sayuran ini terbilang sangatlah tinggi.

Baca juga: Tahapan Budidaya Brokoli Hijau agar Subur Sampai Panen

Ilustrasi budidaya brokoliShutterstock/TippaPatt Ilustrasi budidaya brokoli

Berbagai macam mineral pun ada di dalam brokoli, seperti fosfor, kromium, mangan, potassium, tembaga, magnesium, zinc, kalsium, selenium, dan zat besi.

Brokoli juga mengandung karbohidrat, protein, serat, lemak omega-3. Selain itu, brokoli juga kaya akan air.

Ada berbagai macam nutrisi juga yang ada dalam brokoli, seperti betakaroten, sulfur, antioksidan, dan fitonutrien.

Manfaat brokoli untuk kesehatan

Ada beberapa manfaat brokoli untuk kesehatan, berikut di antaranya.

Baca juga: Cara Menanam Brokoli dari Batang, Mudah untuk Pemula

1. Meningkatkan sistem imun tubuh

Brokoli mengandung vitamin C dan antioksidan yang juga tinggi di dalamnya. Dua kandungan ini dipercaya mampu meningkatkan sistem imun tubuh.

Bila imun tubuh kuat, tubuh bisa menangkal virus dan penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

Tanaman brokoliPixabay/jsbaw7160 Tanaman brokoli

2. Menyehatkan jantung

Ada senyawa dalam brokoli bernama Sulforaphane yang bersifat antiperadangan. Senyawa ini akan mencegah dan memperbaiki kerusakan di dalam pembuluh darah.

Selain itu, brokoli juga dapat mengatur tekanan darah. Kandungan lainnya juga akan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh penyebab tersumbatnya saluran darah.

Baca juga: Cara Menyemai Benih Brokoli Sebelum Ditanam

3. Menjaga sistem pencernaan

Brokoli akan merangsang pergerakan usus sehingga membuat Anda lebih mudah buang air besar dan terhindar dari sembelit. Brokoli juga salah satu sayuran yang bisa mengenyangkan.

Selain itu, serat yang ada di dalamnya juga mencegah pengendapan lemak jahat pada dinding pembuluh darah.

Ilustrasi brokoli, salah satu sayuran yang diklaim paling sehat. Ilustrasi brokoli, salah satu sayuran yang diklaim paling sehat.

4. Meningkatkan kepadatan tulang dan gigi

Brokoli memiliki kandungan kalsium, fosfor, dan vitamin K yang sangat tinggi. Kandungan inilah yang bagus untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah tulang keropos.

Bukan hanya tulang, kepadatan gigi pun akan terjaga berkat brokoli.

Baca juga: Cara Menanam Brokoli di Pot, Bisa Dilakukan di Lahan Sempit

Nutrisi yang terkandung dalam brokoli seperti folat, vitamin dan beberapa zat anti-kanker pada brokoli sensistif panas. Mereka akan hilang jika dimasak dengan air yang medidih terlalu lama.

Dengan demikian, brokoli sebaiknya dimasak dengan direbus, atau ditumis setengah matang.

Ilustrasi brokoli. PIXABAY/kgjerseth Ilustrasi brokoli.

Efek samping brokoli

Seperti anggota lain dari keluarga tanaman cruciferous, brokoli mengandung “goitrogens” yang dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar tiroid. Untuk itu, orang yang bermasalah dengan disfungsi tiroid sebaiknya konsultasi dengan dokter agar mendapatkan asupan yang sesuai.

Selain itu, brokoli dapat dikonsumsi bebas bagi orang yang sehat. Banyak orang yang menganggap brokoli adalah sayuran super.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Brokoli yang Benar

Disarankan untuk tidak mengolah brokoli terlalu lama karena bisa melunturkan kandungan gizi yang ada di dalamnya. Bentuk terbaik dari sayur brokoli ada saat dia masih dalam keadaan mentah atau hanya disiram oleh air panas.

Hindari merebus brokoli dalam suhu tinggi karena akan merusak nutrisinya. Bila ingin memasak brokoli, sebaiknya tidak lebih dari 20 menit dengan api kecil atau sedang.

Apabila memasukkannya ke dalam microwave, jangan melakukannya lebih dari lima menit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau