Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Cara Menanam Cabai agar Cepat Berbuah

Kompas.com, 3 Maret 2024, 22:06 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Cabai adalah komoditas pangan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Di balik rasanya yang pedas, cabai memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan.

Dikutip dari laman Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Minggu (3/3/2024), kandungan nutrisi cabai antara lain kalori, natrium, kalium, karbohidrat, serat, protein, kalsium, magnesium, zat besi, vitamin A, vitamin B6 dan B12, vitamin C, serta vitamin D.

Jika Anda tertarik untuk budidaya cabai, baik untuk kebutuhan sendiri maupun dijual, berikut cara menanam cabai agar cepat berbuah.

Baca juga: Mengenal dan Cara Mengendalikan Penyakit Patek Cabai

Ilustrasi cabai, cabai merah. UNSPLASH/ARTEM BELIAIKIN Ilustrasi cabai, cabai merah.

1. Pilih benih cabai berkualitas

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah memilih benih cabai yang berkualitas baik. Ada banyak cara dalam mendapatkan benih cabai.

Anda bisa mendapatkan benih cabe dengan membelinya di toko atau langsung pada petani cabai. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan benih cabai dengan cara langsung mengambil dari buahnya.

Jika ingin mendapatkan benih cabai dari cara mengambil dari buahnya, pastikan cabai berasal dari induk yang berkualitas, berdaun lebat dan berbuah lebat.

Apabila memasuki fase berbuah, petiklah bagian buah cabai yang benar-benar telah tua serta kulit bagian luarnya nampak merah mengkilat.

Baca juga: Cara Menanam Cabai di Lahan Sempit, Mudah untuk Pemula

Jangan ambil dari buah cabai yang sudah busuk.

2. Keluarkan biji cabai dari buahnya

Buatlah sayatan pada buah cabai tersebut menjadi dua bagian. Lakukanlah dengan hati-hati karena selain bisa melukai tangan, sayatan yang salah bisa juga melukai biji cabai yang hendak digunakan sebagai bibit.

Ilustrasi cabai, cabai merah. FREEPIK/JCOMP Ilustrasi cabai, cabai merah.

Setelah itu, keluarkan biji cabai yang terdapat di bagain dalamnya. Pilihlah biji-biji yang berada ditengah karena itulah biji terbaik dibanding yang berada di kedua ujungnya.

3. Jemur biji cabai

Selanjutnya adalah menjemur biji cabai di bawah sinar matahari. Pastikan biji cabai tersebut berada dalam kondisi kering dengan cara diangin-anginkan.

Baca juga: Tahapan Pengolahan Lahan untuk Menanam Cabai

Anda Kita dapat menggunakan nampan atau tampah untuk proses tersebut.

4. Seleksi biji cabai

Ilustrasi cabai. iStockphoto/nitrub Ilustrasi cabai.

Sebelum melakukan proses semai pada bibit cabai, lakukan seleksi untuk memilih bibit cabai berkualitas dengan daya tumbuh terbaik.

Pisahkan dengan biji cabai yang tidak cocok digunakan sebagai bibit. Caranya, masukkan biji-biji cabai pada larutan nutrisi atau air mineral biasa, diamkan selama satu malam dan lihat keesokan harinya.

Biji-biji cabai yang tenggelam dapat kita gunakan sebagai bahan bibit tanaman, sedangkan biji yang mengapung sudah dapat dipastikan tidak dapat dipakai sebagai bibit karena itu biji kopong atau kosong.

Baca juga: Jenis Cabai yang Banyak Tumbuh di Indonesia, Apa Saja?

Ilustrasi tanaman cabai, tanaman cabai merah. SHUTTERSTOCK/KHAN3145 Ilustrasi tanaman cabai, tanaman cabai merah.

5. Mulai penyemaian

Jika sudah mendapatkan benih cabai yang bagus, maka Anda bisa memulai untuk melakukan penyemaian terlebih dahulu untuk mendapatkan bibit cabai yang berkualitas pula.

Adapun cara agar bibit cabai cepat bertunas yaitu dengan menggunakan media semai berupa tanah yang telah dicampur dengan sekam dan pupuk kandang. Adapun perbandingannya yaitu 2 : 1 : 1.

Taburkan benih di atas media tanam dan tutup tipis dengan tanah campuran hingga benar benar tertutup. Letakkan di ruangan yang memiliki penyinaran kurang dan tutuplah permukaan media semai dengan kain hitam yang memiliki pori-pori besar.

Kurang lebih sekitar tiga hingga lima hari tunas pada benih sudah muncul dan tunggulah hingga tunas mencapai ketinggian sekitar 5 hingga 10 cm untuk bisa dipindahkan ke media tanam.

Baca juga: Cara Menanam Cabai Rawit Hijau, Bisa Dipanen Berkali-kali

Ilustrasi kotoran sapi untuk pupuk kandang.SHUTTERSTOCK/KRAM-9 Ilustrasi kotoran sapi untuk pupuk kandang.

6. Pindahkan ke media tanam

Anda bisa memilih dua media tanam yaitu, media tanam pot dan dengan cara hidroponik. Namun, akan lebih baik jika anda menanam cabai di dalam pot karena akan lebih panjang umur.

Agar cabai cepat berbuah, pertama campurkan pupuk, sekam, dan tanah humus dengan perbandingan 2 : 1 : 3. Sangat penting untuk memilih jenis pupuk berkualitas terbaik.

Selain itu, akan lebih baik jika menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang ataupun pupuk humus. Selain lebih alami, ini juga lebih aman bagi lingkungan dan tidak akan mengubah tekstur tanah.

Semprotkan sedikit air dengan spray atau semprotan terlebih dahulu hingga tanah memiliki sedikit kelembapan. Setelah itu masukkan tanah ke dalam pot dengan diameter 25 hingga 30 cm.

Baca juga: Cara Merawat Cabai Merah Besar agar Panennya Maksimal

Ilustrasi tanaman cabai, tanaman cabai merah. SHUTTERSTOCK/WORRAKET Ilustrasi tanaman cabai, tanaman cabai merah.

Buatlah lubang tanam pada setiap pot dan hanya bisa menanam satu bibit cabe saja pada setiap pot.

Pisahkan bibit cabai yang sudah mencapai ketinggian 5 hingga 10 cm pada media semai secara perlahaan dan jangan sampai akarnya rusak.

Buatlah lubang tanam dengan diameter 5 cm dan kedalaman 5 cm pada media tanam, lalu masukkan bibit cabai. Setelah itu tutup lubang tanam dan jangan lupa untuk sedikit memadatkannya agar bibit dapat berdiri dengan kokoh.

7. Perawatan tanaman cabai

Hal terpenting dalam cara menanam cabai agar cepat berbuah adalah dengan melakukan perawatan yang tepat. Ini sangatlah penting karena hasil panen tergantung pada proses perawatan yang Anda lakukan.

Baca juga: Cara Menanam Cabai Merah Besar, Bisa Panen Berulang Kali

Semakin baik proses merawatnya maka semakin baik dan cepat pula Anda bisa memanen cabai.

Cara merawat tanaman cabai adalah pertama dengan melakukan penyiraman secara rutin. Anda bisa menyiram tanaman cabai dengan air cucian beras di pagi hari dan air biasa di sore hari.

Anda juga bisa menambahkan beberapa vitamin untuk menutrisi cabai agar cepat berbuah dan panen.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan pemupukan lanjutan. Untuk pemupukan lanjutan Anda bisa melakukannnya setiap dua minggu sekali.

Baca juga: Tahapan Budidaya Cabai Katokkon, Bisa Dipanen Berulang Kali

Sembari memupuk, Anda juga perlu menambahkan kadar tanah pada media tanam karena tanah akan selalu terkikis seiring dengan proses penyiraman.

Ilustrasi tanaman cabai. SHUTTERSTOCK/KHAN3145 Ilustrasi tanaman cabai.

Jagalah kebersihan tanaman cabai agar tidak mudah terserang hama ataupun penyakit tanaman. Anda hanya perlu membuang daun cabai yang mengering dan membersihkan media tanam dari tumbuhan liar seperti rumput.

Perhatikan juga kesehatan tanaman cabai. Jika tanaman cabai terkena virus penyakit ataupun hama, maka Anda harus mengobatinya.

Untuk membasmi hama tanaman cabai, Anda bisa menyemprotkan pestisida secukupnya dan jangan terlalu berlebihan. Lakukan ini hingga masa panen tiba.

Baca juga: Pemupukan Tanaman Cabai saat Fase Vegetatif

Dengan melakukan perawatan yang tepat maka kurang dari sebulan tanaman cabai berbuah lebat dan Anda pun akan cepat memanennya.

8. Panen cabai

Untuk memanen cabai, Anda bisa melakukannya dengan memotong batang cabai menggunakan tangan ataupun gunting. Hindari memanen dengan mencabut buah cabai karena dapat merusak tekstur tanaman sehingga akan sulit dipanen lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau