Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Varietas Pepaya Unggul di Indonesia, Apa Saja?

Kompas.com, 20 Desember 2022, 15:56 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pepaya merupakan buah yang banyak disukai karena rasanya yang enak dan kandungan nutrisinya cukup beragam. Jenis pepaya yang ada di Indonesia ternyata sangat beragam.

Dilansir dari buku Bertanam Pepaya karya Moehd. Baga Kalie, Selasa (20/12/2022), varietas pepaya unggul yang ditanam di Indonesia antara lain; pepaya semangka, pepaya jinggo, pepaya cibinong, dan lain sebagainya. Berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Pepaya agar Cepat Berbuah

Pepaya semangka

Pepaya semangka merupakan varietas introduksi yang masuk ke Indonesia tahun 1930. Varietas ini memiliki ciri buahnya berwarna merah seperti semangka.

Ilustrasi buah pepaya, biji pepaya.UNSPLASH/ALEXEY DEMIDOV Ilustrasi buah pepaya, biji pepaya.

Rasa buah ini juga manis dan kandungan airnya cukup banyak. Saat sudah masak, kulit buah berwarna kuning licin. Bentuknya lonjong dengan berat sekitar 1 kg/buah dan tahan cukup tahan lama saat pengangkutan.

Pepaya jinggo

Pepaya jinggo sekilas mirip dengan varietas pepaya semangka. Daging buah pepaya jinggo berwarna merah dan banyak air.

Baca juga: Cara Menanam Pepaya di Pot dari Bijinya

Akan tetapi, rasa buah ini tidak semanis pepaya semangka. Kulit buahnya berwarna kuning dan memiliki bercak samar. Berat buah pepaya jinggo kurang lebih 1,5 kg/buah dan relatif tahan selama pengiriman.

Pepaya bangkok

Varietas pepaya unggul lainnya yaitu pepaya bangkok. Kulit buah pepaya bangkok kasar dan tidak rata atau terdapat benjolan.

Bentuk buah pepaya ini bulat dan besar. Daging buahnya berwarna jingga kemerahan dan keras. Berat buah ini sekitar 3,5 kg.

Pepaya cibinong

Jenis buah pepaya ini memiliki bentuk panjang dengan bagian ujungnya lancip. Kulit buah ini kasar dan tidak rata.

Saat masak kulit buah ini akan berwarna kuning. Daging buahnya berwarna merah kekuningan, rasanya kurang manis, dan teksturnya agak kasar dan keras. Berat buah pepaya ini berukuran 2,5 kg/buah dan relatif tahan saat pengangkutan.

Baca juga: Cara Memupuk Pohon Pepaya California agar Subur dan Berbuah Lebat

Pepaya meksiko

Ilustrasi buah pepaya California. SHUTTERSTOCK/PASCALIS PW Ilustrasi buah pepaya California.

Pepaya meksiko merupakan varietas pepaya unggul yang berasal dari hasil persilangan pepaya hawaii dan solo. Kemungkinan besar varietas ini didatangkan ke Indonesia lewat Meksiko.

Bentuk buah pepaya menyerupai alpukat. Daging buah pepaya ini berwarna kuning, beraroma khas, dan rasanya manis. Berat buah pepaya ini sekitar 3,5 kg/buah.

Pepaya solo

Kata “solo” yang menjadi nama buah ini berarti satu atau tunggal. Artinya, buah pepaya ini hanya cukup dikonsumsi untuk satu orang.

Baca juga: Menguntungkan, Ini Cara Menanam Pepaya California yang Benar

Ciri khas buah pepaya ini yaitu ukurannya kecil dan bentuknya mirip dengan buah alpukat. Berat buah pepaya ini hanya sekitar 0,4 hingga 1 kg/buah. Daging buahnya berwarna kuning atau merah, beraroma khas, dan rasanya manis.

Pepaya mas

Buah pepaya mas memiliki warna kuning baik saat sudah masak maupun ketika masih mentah. Daging buah pepaya ini berwarna kuning, manis, dan rasanya menyerupai buah mangga.

Ilustrasi pepaya.PIXABAY/3CENTISTA Ilustrasi pepaya.

Daging buahnya terasa agak keras dan liat.buah ini memiliki bentuk lonjong dan buah betinanya berbentuk bulat. Saat ini, varietas pepaya unggul ini cukup sulit ditemukan.

Pepaya ijo

Disebut sebagai pepaya ijo karena buah ini berwarna hijau meskipun sudah matang. Akan tetapi, daging buahnya tetap berwarna kuning.

Baca juga: Cara Menanam Pepaya dari Biji agar Cepat Tumbuh

Rasa buah ini agak tawar, akan tetapi aromanya harum. Sama seperti pepaya mas, buah pepaya ijo juga sudah sulit ditemukan.

Pepaya item

Varietas pepaya unggul lainnya yaitu buah item. Dikenal dengan nama pepaya item karena tangkai buah dan daunnya berwarna ungu.

Daging buah pepaya ini berwarna kuning pucat, rasa manis, dan beraroma. Buah dari bunga sempurna berbentuk lonjong panjang, sedangkan buah dari bunga betina berbentuk bulat. Varietas ini juga sudah sulit ditemukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau