Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Budidaya Timun Suri, Buah yang Banyak Dijumpai saat Ramadhan

Kompas.com - 25/02/2023, 11:14 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

3. Menanam bibit

Setelah bibit tumbuh, langkah berikutnya yaitu menanam bibit tersebut di bedengan. Cara menanam timun suri diawali dengan membuat lubang tanam dengan jarak 70 sampai 80 cm.

Kemudian, tanam bibit dalam lubang tanam dan tutup kembali dengan tanah. Siram sampai lahan lembap.

4. Penyiraman

Penyiraman dilakukan agar kebutuhan air tercukupi, terutama saat musim kemarau. Meskipun demikian, penyiraman dilakukan secukupnya saja.

Ilustrasi timun suri. SHUTTERSTOCK/HEBLY FAUZAN Ilustrasi timun suri.

5. Penyulaman

Penyulaman merupakan kegiatan mengganti tanaman yang mati atau pertumbuhannya tidak normal. Kegiatan penyulaman maksimal saat tanaman berumur 10 hari setelah tanam (HST).

Baca juga: Cara Menanam Timun Jepang agar Panennya Melimpah

6. Penyiangan

Penyiangan adalah kegiatan membersihkan gulma yang tumbuh di bedengan tanam. Penyiangan bisa dilakukan secara manual atau dengan menyemprotkan herbisida.

7. Pemupukan

Pemberian pupuk dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selama musim tanam, setidaknya berikan pupuk sebanyak 5 kali yakni saat tanaman berumur 10 HST, 17 HST, 24 HST, 31 HST, dan 40 HST.

Pupuk bisa diberikan dengan cara dikocor atau ditabur. Sementara itu, jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk NPK.

Baca juga: Jenis Pupuk untuk Timun agar Berbuah Lebat

8. Panen

Timun suri biasanya mulai dipanen saat tanaman berumur 60 sampai 70 HST. Timun suri yang siap panen memiliki tangkai buah yang mengering sehingga buah mudah dilepas.

Dalam satu kali penanaman, tanaman timun suri bisa dipanen 10 hingga 15 kali. Pemanenan bisa dilakukan secara bertahap tergantung dengan kondisi lahan dan perawatan tanaman.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau